Stratosfer : pengertian, ciri-ciri, jenis, dan fungsi-nya lengkap

Posted on

Stratosfer – Pada materi kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai Stratosfer pengertian, ciri-ciri, jenis, dan fungsi dari lapisan stratosfer. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi tentang Pergerakan Lempeng.

Untuk lebih jelas pembahasan materi tentang Stratosfer, kalian dapat simak materi berikut ini :

materigeografi.com,

Pengertian Bumi

Bumi merupakan planet yang berada di tata surya yang dapat di tempati oleh makhluk hidup. Bumi adalah planet yang di lapisi oleh udara.

Pengertian Atmosfer

Atmosfer adalah udara yang menyelimuti bumi yang memiliki ketebalan sampai berkilo-kilo meter. 

Pada atmosfer ini mempunyai beberapa lapisan. Dan lapisan-lapisan tersebut mempunyai nama yang berbeda-beda selain nama yang berbeda tentunya memiliki manfaat danfungsi yang berda-beda.

Lapisan atmosfer tersebut ialah troposfer, mesosfer ionosfer atau termosfer, eksosfer dan startosfer. Pada pertemuan kali ini kita akan membahsa tentang Stratosfer. Jika sebelumnya sudah pernah membahas tentang stroposfer.

Pengertian Stratosfer

Stratosfer ialah salah satu lapisan dari atmosfer. Lapisan stratosfer adalah lapisan yang berada di urutan kedua terendah setelah lapisan yang pertama yaitu lapisan troposfer.

Jarak ketinggian antara lapisan stratosfer dengan bumi adalah mencapai 1- km sampai 50 kilometer berbeda dari daratan biasanya, jika dari kutub bumi jarak ketinggian stratosfer ini mencapai 8 kilometer.

Ciri-ciri lapisan stratosfer

Berikut ciri-ciri atau karakteristik stratosfer antara laian sebagai berikut:

  • Berada di ketinggian 10 sampai 50 kilometer dari permukaan bumi
  • Tidak adanya uap air, debu-debu atmosfer atau awan
  • Dapat menyerap radiasi yang di pancarkan dari ultraviolet
  • Terdapat lapisan ozon pada lapisan tersebut
  • Adanya stratifikasi suhu

Itulah beberapa ciri-ciri dari lapisan stratosfer.

Suhu pada lapisan stratosfer

Setiap lapisan pada atmosfer mempunyai suhu yang berbeda-beda. Pada stratosfer ini mempunyai suhu yang berubah-ubah dengan perlahan atau terstratifikasi dari atas ke bawah.

Jika semakin ke atas suhu pada lapisan atratosfer akan semakin tinggi suhunya. Pada bagian atas dari lapisan stratosfer mempunyai suhu yang mencapai -30 C. 

Kenaikan suhu pada stratosfer berhenti jika sudah mencapai puncak dari lapisan stratosfer sendiri. Stratosfer sendiri memiliki puncak yaitu bernama stratopause yang berarti lapisan batas antara lapisan stratosfer dengan lapisan yang berada di atasnya yaitu lapisan mesosfer.

Perubahan dari Troposfer ke Stratosfer

Ada beberapa perubahan yang berpengaruh dari lapisan troposfer ke stratosfer salah satunya adalah suhu. Perubahan yang terjadi antara lapisan troposfer dan stratosfer di mulai secara bertahap. Perubahan dapat di rasakan jika sudah mencapai ketinggian 11 kilometer di atas permukaan bumi.

Suhu yang berada pada lapisan troposfer paling bawah mempunyai keadaan yang relatif tetap dan sangat dingin dengan suhu yang mencapai suhu -570 C.

Di lapisan stratosfer paling bawah adalah tempet peralihan dari lapisan troposfer di mana pada lapisan troposfer adalah tempat segala peristiwa alam terjadi. Dari tahapan-tahap tersebut tidak jarang di bagian paling bawah dari lapisan stratosfer ini sering di temukan adanya peristiwa alam.

Jenis lapisan stratosfer

Di lapisan stratosfer terdapat beberapa jenis lapisan yaitu sebagai berikut:

Lapisan Isotermis

Lapisan isotermis adalah lapisan yang berada paling bawah pada lapisan stratosfer. Di lapisan isotermis suhu dan temperatur bersifat tetap. Lapisan paling bawah startosfer ini mempunyai jarak hingga 20 km.

Lapisan panas

Laisan panas ini berada di atas lapisan isotermis. Lapisan panas ini sudah terjadi peningkatan temperatur dan suhu dengan ketinggian yang mencapai 45 km. Di lapisan ini lah pancaran sinar ultraviolet di serap, oleh karena itu lapisan ini iterasa panas.

Di lapisan ini sudah tidak ada lagi debu-debu atmosfer, uap air ataupun awan. Lapisan panas ini biasnya di lewati oleh pesawat mesin jet.

Lapisan campuran teratas.

Pada lapisan stratosfer yang paling atas dapat di temui lapisan campuran teratas. Lapisan ini tepat di bawah lapisan mesosfer. Di lapisan campuran teratas ini dapat kita temui lapisan stratopuase yaitu pertemuan lapisan stratisfer dengan lapisan mesosfer.

Itulah jenis-jenis lapisan yang ada di stratosfer.

Fungsi dari lapisan Stratosfer

  • Suhu di stratosfer sangat dingin

Suhu yang ada di lapisan stratosfer ini berbeda dari traposfer. Lapisan startosfer jika semakin tinggi maka suhu akan semakin tinggi atau panas.

  • Stratosfer adalah tempat lintas pesawat bermesin jet melintas

Hal ini karena suhu pada lapisan ini stabil sehingga dapat mengurangi resiko turbulensi.

  • Burung-burung dapat terbang sampai lapisan strotosfer

Walaupun tidak semua jenis burung dapat terbang hingga lapisan strotosfer ini. Lapisan ini mempunyai ketinggian lebih dari gunung Everest.

  • Tempat penyaringan pancaran sinar ultraviolet.

Hanya pada lapisan stratosfer ini yang dapat menyaring radiasi matahari agar tidak membahayakan makluk yang ada di bumi. Lapisan ini semakin lama semakin meniois karena efek pemanasan globalk yang membuat suhu udara semakin panas.

  • Lapisan stratosfer mempunyai 24% dari total atmosfer.

Karena mempunyai fungsi yang besar maka lapisan ini mencangkup dari 24% dari total keseluruhan atmosfer di bumi. Selain itu lapisan ini mengandung 19% gas yang ada di atmosfer bumi.

Itulah beberapa fungsi dari lapisan stratosfer yang dapat kita rasakan. Maka dari itu kita sebagai makhluk yang hidup di bumi harus menjaga dan merawat agar kita terlindungi dari gangguan luar angkasa yang dapat membahayakan bumi.

Demikian penjelasan materi mengenai tentang Stratosfer yang mencakup pengertian, ciri-ciri, jenis, dan fungsi dari lapisan stratosfer.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga:
Lapisan Atmosfer : Pengertian, Fungsi dan Manfaatnya
Troposfer: Pengertian, Ciri-ciri, kandungan dan mafaat-nya lengkap