Peta Geologi : Pengertian, Jenis, Komponen, Simbol, dan Kegunaa-nya Lengkap

Posted on

Peta Geologi – Pada maeteri kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai pengertian, jenis, komponen, simbol, dan kegunaan. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi Ciri-Ciri Planet Dalam Tata Surya.

Materigeografi.com

Untuk lebih jelas pembahasan Peta Geologi, kalian dapat seimak materi berikut ini :

Permukaan bumi ini memiliki berbagai macam jenis bentuk yang bervariasi dan didalam bumi juga memiliki berbagai macam jenis batu-batuan.

Maka untuk mempermudah menganalisis dan mempelajarinya dibuat peta yang dapat menunjukan bentuk bumi dalam bidang datar dan juga dua dimensi.

Peta ini memiliki fungsi untuk menunjukan sebaran batuan yang berada disuatu wilyah ataupun daerah dengan menggunakan simbol maupun lambing tertentu untuk membedakannya. Peta geologi ini dibuat khusus hanya untuk mempelajari ilmu kebumian.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

Pengertian Peta Geologi

Peta geologi ini adalah gambaran kecil permukaan bumi, gamabaran ini mengenai informasi sebaran dan juga jenis serta sifat batuan, umur, struktur, tektonika, dan lain-lain yang berhubungan dengan adanya sumber daya.

Peta geologi merupakan salah satu dari bentuk data dan juga informasi geologi di suatu wilayah maupun daerah dengan tingkat kualitas yang berdasarkan skala.

Umumnya peta geologi ini ditampilkan berupa gambar dengan warna, simbol, dan juga beberapa corak ataupun gabungan dari ketiganya.  

Dalam menggambarkan kondisi geologi harus menggunakan beberapa aturan teknis seperti batas satuan batuan maupun struktur yang berupa seperti garis dan penyebarannya harus mengikuti bentuk batuan beku.

Untuk membedakan jenis batuan, diberikan tanda ataupun warna. Jika untuk batuan sedimen bergantung dengan hasil jurus (Strike) dan kemiringan (dip).

Jenis – Jenis Peta Geologi

Peta geologi terbaji menjadi beberapa macam, yaitu :

a. Peta Geologi Permukaan (Surface Geological Map)

Peta geologi jenis ini memberikan informasi geologi secara langsung yang berada di bawah  permukaan. Skala geologi jenis ini bervariasi salah satunya 1 : 50.000 bahkan ada yang lebih dari itu.

Peta ini berfungsi untuk menentukan dimana lokasi yang tepat unutk bahan bangunan, drainase, pencairian sumber air dan juga dalam pembuatan jembatan.

b. Peta Singkapan (Outcrop Map)

Peta jenis ini umumnya memiliki skala yang besar dan mencantumkan lokasi yang ditemukannya adanya batuan padat.

Peta singkapan  berfungsi memberikan informasi yang berasal dari pemboran, sifat batuannya, dan kondisi strukturalnya. Intinya peta singkapan ini digunakan untuk menentukan lokasi dimana ditemukannya batuan tersebut.

c. Peta Ikhtisar Geologis

Peta ikhtisar ini digunakan untuk memberikan informasi langsung mengenai formasi yang tersingkap ataupun ekstrpolasi terhadap beberapa formasi yang masih tertutup oleh endapan Holosen.

d. Peta Struktur

Peta ini memiliki garis-garis kedalaman yang digunakan peda sebuah lapisan yang berada di bawah permukaan.

e. Peta Isopach

Dalam peta ini memberikan gambaran garis yang menghubungkan antar titik dalma sebuah formasi maupun lapisan dengan ketebalan yang sama. Dalam peta ini di terdapat konfigurasi structural.

f. Peta Fotogeologi

Peta jenis ini dibuat berdasarkan atas interpretasi dari foto udara. Dalam peta ini juga harus berdasarkan oleh keadaan yang sebenarnya pada lapangan.

g. Peta Hidrogeologi

Peta ini memberikan informasi kondisi air tanah yang berada pada daerah yang dipetakan tersebut. Dalam peta ini juga dapat diketahui ada lapisan apa yang kedap air dan tidak kedap air.

Komponen Peta Geologi

Umumnya peta memiliki infomasi yang dimuat didalamnya. Dalam peta geologi terdapay tujuh komponen yang harus ada dalam peta geologi, yaitu :

  • Judul Peta

Judul peta menggambarkan informasi yang berada dalam sebuah peta. Judul ini biasanya berada di samping ataupun dibawah peta wilayah jika mengikuti standar Badan Informasi Geospasial. Judul ditulis menggunakan huruf kapital.

  • Legenda

Legenda yang berada di dalam peta geologi merupakan kolom yang berisi mengenai keterangan mengenai simbol yang terdapat didalm peta tersebut. Legenda ini merupakan bagian penting, agar pembaca dapat lebih memahami mengenai objek yang berada di peta.

  • Garis Astronomi

Garis khayal ini berupakan garis bujur dan garis lintang. Pengertian  Garis bujur sendiri yatiu garis yang digunakan untuk menentukan zona waktu pada wilayah peta tersebut, sedangkan untuk garis lindang untuk melihat penyebaran iklim.

  • Skala

Skala adalah perbandingan jarak sebenarnya dengan yang terdapat dipeta. Skala ini terdapat dua macam, yaitu skala garis dan skala nominal.

  • Garis Kontur

Garis kontur ini menunjukan ketinggian yang terdapat dipeta. Garis kontur umumnya ditemukan di peta topografi dan peta geologi.

  • Tahun Pembuatan

Tahun pembuatan ini ditulis untuk tahun terakhir peta tersebut dibuat. Dalam peta paling sedikit memperbaruinya harus 5 tahun sekali.

  • Deklinasi

Deklinasi merupakan petunjuk arah utara peta dengan utara magnetic. Sudut deklinasi direvisi setiap 5 tahun sekali. Arah utara bumi berada di kutub utara bumi, jika dengan magnetic berada di dekat Greenland. Magnet bumi selalu bergeser sekitar 0.02 detik kearah barat ataupun timur. Hal ini dipengaruhi oleh rotasi bumi.

Simbol Peta Geologi

  1. Singkatan Huruf
  2. Hurum Pertama Besar, menyatakan zaman, contoh P (Perem), TR (Trias), T(Tersier).
  3. Huruf kedua Kecil, menyatakan seri, contoh Tm (Kala Miosen dalam zaman Tersier).
  4. Hurun ketiga kecil, menyatakan formasi atau litologi, contoh tmc (formasi Cipluk berumur Miosen)
  5. Huruf ke empat kecil, menyatakan litologi atau satuan peta yang lebih rendah, contoh Tmcl (anggota batu gamping formasi Cipluk yang berumur Miosen)
  6. Huruf kelima, digunakan untuk batuan yang memiliki umur panjang , contoh Tpokc (anggota cawang formasi kikim berumur Paleosen – oligosen.
  7. Hurup pT digukanakan singkatan umur batuan Tersier yang tidak diketahui umur pasti.
  8. Untuk batu yang memiliki umur panjang, singkatannya menggunakan domisai umur batuan, contoh QT (berumur Tersier – Quarter), JK (berumur jura – kapur).
  9. Untuk batuan beku dan malihan, menggunakan satu huruf, contoh a (andesit), b (basalt), gd (granodiorit, um (ultramafic), s (sekis).
  10. Umur batuan beku dan malihan menggunakan huruf zaman, Kg(Kapur).
  11. Utnuk peta geologi berskala kecil menguankan huruf belakang lambang era, atau zaman sub, contoh Pzm (batuan malihan Paleozoikum) Ks (Kapur), Tmsv (Klastika gunning api berumur Miosen), Tpv (gunung api berumur Paleogen), Tn (Batuan teribisan berumur Neogen). Untuk satuan bancuh mengunakan noatasi m.

Kegunaan Peta Geologi

Peta geologi umumnya digunakan perusahaan untuk mencari endapan mineral, seperti mangan, timah, emas, tembaga, dan yang lainnya. Dari adanya informasi yang ada dipeta geologi akan memudahkan perusahaan tersebut untuk mencarinya.

Demikian penjelasan materi membahas membahas mengenai Peta Geologi.

Semoga artikel ini dapat bermafaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga :
Jenis-jenis Peta: Pengertian, Fungsi dan Unsur-nya Lengkap
Simbol-Simbol Pada Peta : Pengertian, Fungsi, Dan Simbol Pada Peta Beserta Gambar dan Penjelasan Lengkap
Peta Tematik – Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya
Peta Topografi: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Komponen