Pengolahan Limbah Cair Industri : Tahapan & Sistem Pengolahan-nya Lengkap

Posted on

Pengolahan Limbah Cair Industri – Pada materi kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai Limbah Cair Industri yang mencakup pengertian karakteristik limbah, tahapan pengolahan limbah dan sistem pengolahan lombah cair. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi tentang Akibat Pemanasan Global.

Untuk lebih jelas pembahasan materi tentang Pengolahan Limbah Cair Industri, kalian dapat simak materi berikut ini :

materigeografi.com

Pengertian Pengolahan Limbah Cair

Pengolahan limbah cair adalah suatu unit yang vital untuk industri seperti manufaktur, migas, tambang, perkebunan dan argibisnis, rumah sakit dan lain lain.

Hasil pengeluaran limbah yang memenuhi baku mutu dapat meningkatkan citra perusahaan dan menghindari keluh kesah dari masyarakat. Tetapi jika pencemaran yang di timbulkan oleh limbah cair dapat membuat sanksi hukum yaitu sanksi administrasi ataupun tindak pidana perdata terhadap perusahaan dan masyarakat dapat bertindak sendiri untuk menghentikan operasi perusahaan.

Limbah industri merupakan hasil sisa atau kegiatan usaha industri yang berwujud cari yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tidak di terima oleh lingkungan.

Karakteristik Limbah Cair

Limbah cair di bagi menjadi 3 karakteristik yaitu

1. Karakteristik fisik

a. Total solid atau TS

Total solid atau TS adalah padatan yang berda di dalam air yang tersusun dari bahan anorganik atau bahan organik yang dapat larut lalu mengendap atau tersuspensi ke dalam air.

b. Total Suspended Solid

Total suspended solid atau TTS adalah total padatan tersuspensi di dalam air

c. Warna

Warna, air yang bersih atau normalnya tidak mempunyai warna tetapi dengan meningkatnya kondisi anearob dan seiring waktu warna limbah berubah menjadi abu abu atau menjadi kehitaman.

d. Kekeruhan

Kekeruhan yang di akibatkan oleh adanya partikel yang terdiri dari kwartz, tanah liat, protein, sisa bahan industri dan ganggang yang terdapat di dalam limbah

e. Temperatur

Temperatur adalah parameter yang penting karena efek terhadap laju reaksi, reaksi kimia, penggunaan air untuk berbagai aktivitas sehari hari dan kehidupan organisme air.

f. Bau

Bau adalah parameter yang subjektif. Sifat dari bau limbah karena zat zat organik yang telah terurai dalam limbah dan mengeluarkan gas sulfida dan amoniak.

2. Karakteristik Kimia

a. Biochemical Oxygen Demand (BOD)

Biochemical Oxygen Demand (BOD) merupakan banyaknya oksigen dalam ppm atau mg/l yang di gunakan untuk menguraikan bahan organik mikroorganisme. Pengujian sample BOD di lakukan inkubasi selama minimal 5 hari.

b. Chemical Oxygen Demand (COD)

Chemical Oxygen Demand (COD) ialah banykanya oksigen dalam ppm atau mg/l yang di butuhkan untuk menguraikan bahan organik secara kimia. Pengukuran COD di lakukan dengan cara memanaskan sample di dalam reaktor khusus COD selama 2 jam.

c. Dissolaved Oxygen (DO)

Dissolaved Oxygen (DO) merupakan kadar oksigen yang terlarut. Oksigen yang larut di gunakan untuk derajat pengotoran limbah yang ada. Semakin besar oksigen yang terlarut, derajat pengotoran semakin kecil.

d. Ammonia (NH3)

Ammonia (NH3) merupakan dampak dari iritasi dan korosi yang meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme dan menggunakan proses desinfeksi dan chlor.

e. Derajat keasaman (pH)

Derajat keasaman (pH), pH dapat berpengaruh pada kehidupan biologi dalam air. Jika terlalu rendah atau terlalu tinggi tingkat keasaman bisa mematikan kehidupan pada mikroorganisme. pH yang norma yaitu 6-8.

f. Logam Berat

Logam Berat, jika konsetrasinya lebih dapat bersifat toksik, di perlukan pengukuran dan pengolahan limbah yang mengandung logam berat.

g. Gas Methan

Gas methan yang terbentuk dari penguraian zat zat organik dalam kondisi anaerob pada air limbah. Gas ini di peroleh dari hasil lumpur yang membusuk pada dasar kolam, tidak berdebu, mudah terbakar dan tidak berwarna.

h. Lemak

Lemak dan minyak terdapat dalam limbah sumber dari sebuah industri yang mengelola bahan baku mengandung sebuah minyak yang bersumber dari proses klasifikasi dan proses perebusan.

3. Karakter biologi

Karakter biologi di gunakan untuk mengukur kualitas air yang di konsumsi untuk air minum dan air bersih. Parameter yang di gunakan yaitu banyakanya mikroorganisme yang terkandung di dalam air limbah.

Cara Mengelola Limbah Cair

Pengolahan limbah cair industri dapat di lakukan menjadi 3 tahapan yaitu sebagai berikut :

1. Pengolahan fisika

Pada pengolahan ini di lakukan pada limbah cair yang ada kandungan berbahan limbah dapat dipisahkan dengan mekanis langsung tanpa adanya penambahan bahan kimia atau tanpa melalui penghancuran biologis.

2. Pengolahan Kimia

Pada pengolahan kimia proses penguraian atau pemisahan bahan yang tidak di inginkan berlangsung dengan mekanisme reaksi kimia.

3. Pengolahan Biologis

Pegolahan biologis adalah sistem pengolahan pada dasarnya aktivitas mikroorganisme dam kondisi aerobik atau anaerobik atau penggunaan organisme air sebagai mengabsorbsi senyawa kimia yang terdapat dalam limbah cair.

Sistem Pengolahan Limbah Cair

Beberapa sistem cara pengolahan limbah cair industri ialah :

a. Sistem pada Lumpur Aktif

Pada sistem ini di bagi menjadi 2 proses utama yaitu bioreaktor dan tangki sedimentasi. Limbah cair dan biomassa di campur secara sempurna dalam satu reaktor dan diaerasi, diaerasi bertujuan untuk sarana pengadukan dalam suspensi. Tujuan dari sistem ini adalah untuk menyisihkan penyisihan fosfor, senyawa karbon, penyisihan senyawa nitrogen dan untuk stabilitas lumpur secara aerobik sumiltan

b. Sistem Trickling Filter

Pada sistem ini berpusat pada tumpukan dengan kedalaman kurang lebih 2 meter. Limbah cair akan di sebarkan ke area permukaan dengan distributor berputar agar air dapat mengalir ke bawah. Tujuan dari sistem ini adalah untuk mengoksidasi karbon dan nitrogen dalam limbah cair.

c. Sistem RBC (Rotating Biolocal Contactor)

Sistem ini terdiri dari deretan cakram yang di pasang secara horizontal. Dari perputaran cakram tersebut tumbuhan mikroorganime pada permukaan cakram di gunakan untuk lapisan biologis dan untuk mengabsorpsi bahan organik.

d. Sistem SBR

(Squencing Batch Reactor) tujuan pada sistem ini adalah untuk mengeliminasi karbon, fosfor, nitrogen dan memisahkan biomassa.

e. Sistem Kolam

Sistem kolam ini dengan menyuplai oksigen melakukan pengadukan secara alami sehingga memerlukan proses yang lama dan tempat yang luas.

Demikian penjelasan materi mengenai tentang Pengolahan Limbah Cair Industri yang mencakup pengertian pengertian karakteristik limbah, tahapan pengolahan limbah dan sistem pengolahan lombah cair.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga:
Faktor Penyebab Pencemaran Air : Ciri ciri dan Dampak-nya Lengkap
Pelestarian Lingkungan : Fungsi, Unsur dan Upaya Pelestarian-nya lengkap
Polusi Air: Pengertian, Bahaya, Penyebab dan Solusinya Lengkap