Tenaga Endogen : Pengertian, dan Macam-Macam Beserta Penjelasan Lengkap

Posted on

Tanaga Endogen – Pada maeteri kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai pengertian, dan macam – macam tenaga endogen. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi Skala Waktu Geologi.

Materigeografi.com

Untuk lebih jelas pembahasan materi Tenaga Endogen, kalian dapat seimak materi berikut ini :

Bentuk bumi sangat berbeda dengan dengan ratusan tahun yang lalu. Hal ini terjadi karena adanya tenaga yang berasal dari dalam bumi, yang dapat membuat bumi saat ini berbeda dengan ratusan tahun yang lalu. Tenaga itu disebut dengan tanaga endogen dan eksogen.

Kedua tenaga tersebut juga memiliki jenisnya masing – masing. Saat ini kita hanya akan memebahas tenaa endogen dan jenis – jenisnya.

Beriukut penjelas lebih lengkapnya.

Pengertian Tenaga Endogen

Tenaga endogen adalah suatu setaga yang berasal dari dalam bumi dan dapat menyebabkan perubahan bentuk kulit bumi atau kerak bumi. Atau suatu tenaga yang berasal dari dalam bumi dan dapat menyebabkan adanya aktivitas yang dapat memebentuk penenampakan pada permukaan bumi.

Adanya aktivitas tenaga enogen dapat mengubah aneka bentuk peampakan yang unik pada muka bumi. Tenaga endogen dapat menimbulkan variasi bentuk pada buka bumi, bisa terjadi pada daratan dan juga dasar laut.

Tenaga endogen juga memiliki beberapa macam, berikut penjelasannya

Macam – Macam Tenaga Endogen

Tenaga endogen memiliki beberapa macam yaitu, Tenaga Tektonikme, Tenaga Vulkanisme, dan Tenaga Seisme.

1. Tenaga Tektonikme

Tenaga tektonikme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi, tekanan pada tenaga ini berarah lotrecht mauapun horizontal yang akan menyebabkan terjadinya dislokasi ataupun perubahan letak. Dalam tenaga tektonik juga memiliki beberapa macam, yaitu :

a. Gerak Epirogenetik

Jenis gerak ini biasa disebut dengan gerak pembentuk kontinen atau benua. Gerak epirogenetik merupakan suatu proses yang akan mengakibatkan naik atau turun lapisan kulit bumi yang disebabkan tenaga tektonik yang relative lambat, dengan arah vertikal dan akan berlangsung cukup lama dan terjadi di daerah yang luas.

Gerakan epirogenetik ini jga dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

  • Gerakan Epirogenetik positif
    Gerakan jenis ini adalah gerakan yang akan mengakibatkan lapisan kulit bumi turun, sehingga pada permukaan laut akan terlihat lebih naik
  • Gerakan Epirogenetik Negatif
    Gerakan jenis ini adalah gerakan yang akan menyebabkan suatu lapisan kulit bumi akan naik, sehingga pada permukaan laut akan terlihat menurut.

b. Gerak Orogenetik

Gerak orogenentik adalah suatu gerakan yang terjadi pad alempeng tektonik yang lebih cepat dan mencangkup pada wilayah yang kecil atau sempit. Adanya gerakan ini umumnya akan banyak membentuk suatu pegunungan, patahan dan juga lipatan.

Terbentuknya lipatan atau fold adalah suatu penempakan lipatan bumi dari hasil tenaa tektonik yang menekan pada arah horizontal dan vertikal di bagian permukaan bumi. Bagian pada lipatan yang menurut disebut dengan sinklinal, dan pada baian yang terangkat disebut anticlinal.

Gerakan orogenetic yang mendorong kea rah horizontal dan vertikal pada kulit bumi, maka akan menyebabkan dislokasi atau berpindahnya letak dapi lapisan kulit bumi. Dislokasi ini akan menyebabkan terjadinya lipatan atau patahan.

2. Tenaga Vulkanisme

Vulkanisme adalah suatu gejala alam yang akan mengakibatkan adanya kegiatan magma yang terknadung didalam perut bumi. Adanya aktivitas vulkanisme akan dihbungkan dengan magma yang keluar ke permukaan bumi, dan magma yang keluar ke permukaan bumi disebut denan lava.

Jika lava tersebut sudah mengalir maka disebut dengan lahar. Magma tersebut yang keluar karena bergerak naik dan juga karena mimiliki suhu yang tinggi, mengnadung gas – gas yang memiliki energi untuk mendrongnya keatas.

Kenapa magama dapat naik ketas, hal ini diawali dengan litosfer. Magma yang menempati suatu kantong atau disebut dengan dapur magma. Kedalaman dari dapur magma dapat dapat menyebabkan adanya perbedaan kekuatan letusan gunung berapi.

Jika semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, makan akan semakin kuat letusan yang akan di timbulkan. Lama atau tidaknya suatu aktivitas pada gunung berapi ditentukan oleh besar atau kecilnya volume pada dapur magma tersebut.

Dari aktivitas vulkanisme yang ada, akan didapatkan beberapa hasil, yaitu :

  • Benda padat (efflata), debu, pasir, batu kerikil, batu besar, dan batu apung.
  • Benda cair (effusive), bahan cair yang dikeluarkan karena tenaga vulkanisme yaitu lava, lahar panas, dan juga lahar dingin. Lava adalah magma yang keluar ke permukaan bumi.

    lahar panas adalah lahar yang berasal dari suatu letusan gunung berapi yang memiliki kawah. Lahar dingin adalah lahar yang asalnya dari bahan letusan yang telah mengendap dan kemudian mengalir menuju lereng gunung.
  • Benda gas (ekshalasi). Gas yang keluar karena aktivitas vulaknisme yaitu solfatara, fumarole, dan mofet. Solfat adalah gas hydrogen sulfide atau H2S. Fumarol adalah uap air panas. Mofet adalah gas asam arang atau karbondioksida CO2.

Bentuk gerakan magma karena aktivitas vulaknisme yaitu ada dua macam, yaitu intruisi dan ekstruisi magma.

Intruisi magma adalah magma yang masuk ke lapisan litosfer, namun tidak mencapai ke permukaan bumi. Dalam intruisi magma di bai menjadi empat jenis, yakni :

  • Bathalit
  • Intruisi datar
  • Lakolit
  • Gang (korok)
  • Diaterma

Ekstruisi Magma adalah  proses keluarnya magma dari perut bumi hingga mencapai ke permukaan bumi.

3. Gempa Bumi atau Seisme

Gempa bumi adalah suatu tenaga yang sering dirasakan. Gempa bumi sendiri yaitu berarti adanya suatu getaran yang berasal dari dalam perut bumi dan hal ini disebabkan karena tenaga endogen, getaran tersebut begetar keatas hingga ke permukaan bumi.

Gempa bumi atau sesame ini merupakan bidang ilmu khusus yang disebut dengan seismologi, sedangkan ilmuwan yang mempelajarinya disebut dengan  sesimolog.

Adanya gempa bumi berkaitan dengan tenanga tektonisme dan juga vulkanisme. Yaitu suatu gunung berapi akan dikatakan memiliki tingkat keaktifan jika sering menyebabkan gempa pada gunung tersebut.

Alat yang digunakan untuk mengukur getaran gempa tersebut disebut dengan seismograf atau seismometer.

Demikian penjelasan materi membahas membahas mengenai Tenaga Endogen.

Semoga artikel ini dapat bermafaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga :
Tenaga Eksogen : Pengertian, jenis dan akibat dari eksogen dengan penjelasan yang lengkap
Intrusi Magma: Pengertian, Proses dan Manfaat-nya Lengkap
Proses Terjadinya Gempa : Jenis, Penyebab dan Dampak-nya Lengkap