Laut China Selatan : Pengertian, Sejarah, Geologi, Fakta, Klaim Wilayah Lengkap

Posted on

Laut China Selatan – Pada materi kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai pengertian, sejarah, geologi, fakta dan klaim wilayah. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi tentan Negara Tertua di Dunia.

Materigeografi.com

Untuk lebih jelas pembahasan materi Laut China Selatan, kalian dapat simak materi berikut ini :

Laut china selatan yang saat ini masih banyak berdebatan hingga saat ini. Pada tanggal 12 juli 2016 pengadilan internasional memutuskan bahwa demarkasi Sembilan garis putus-putus sudah tidak dapat digunakan Beijing lagi, untuk mengklaim Laut China Selatan Tersebut.

Karena garis tersebut yang ditulis pada peta china, pada tahun 1947 yaitu “Tidak memiliki dasar hukum” untuk mengklaim maritime. Dengan adanya keputusan ini Beijing marah.

 Dan pada tanggal 18 juli 2016 kepala Angkatan laut china, yaitu Wu Shengli mengatakan kepada Operasi Angkatan Laut AS, bahwaasannya Beijing tidak akan menghentikan kampanye kontroversialnya, yaitu akan mengubah terumbu arang laut china selatan yang dikontrolnya untuk menjadi pulau-pulau  buatan lengkap dengan landasan udara militer.

Sebelum pembahasannya lebih jauh, kita harus tahu terlebih dahulu pengertiannya. Sebagai berikut.

Pengertian Laut China Selatan

Laut china selatan meruapakan laut tepi, berada di bagian Samudra pasifik, yang membentang dari selat karimata, selat malaka, hingga selat Taiwan. Luas laut ini sekitar 3.500.000 km2 (1.400.000 sq mil).

Laut china selatan memiliki potensi yang strategis yang besar, karena kabanykan kapal atau sepertiga kapal didunia melintasinya. Dalam laun ini juga memiliki kekeyaan makhluk hidup yang dapat menompang kehidupan jutaan orang di asia tenggara dan terdapat cadangan minyak dan juga gas alam yang melimpah.

Kepulauan laut china selatan yang memiliki sekian ratus pulau kecil, dan sebagian besar pulau tersebut tidak berpenghuni, ini diperebutkan oleh berbagai negara. Klaim kedaulatan terbukti banyak negara yang memberikan nama untuk pulau-pulau di laut ini.

Sejarah Laut China Selatan

Laut china selatan (South China Sea), nama ini ada saat bangsa eropa menggunakn lut ini untuk rute pelayaran dari eropa ke asia selatan ke pos-pos dagang Tiongkok. Pada abad ke-16, pelayar Portugal menyebutnya Laut tiongkok (Mare de China).

Oleh Asia Tenggara laut ini disebut dengan Laut Champa atau Laut Cham. Nama ini berasal dari nama kerajaan maritime Champa yang sudah Berjaya disaat pada abad ke-16. Laut ini pada perang dunia ke II sebagian besar di kuasai oleh jepang setalah pendudukan di Asian tengara di tahun 1941. Jepang menyebut laut ini Minami Shina Kai (laut china selatan).

Dalam perairan wilayah Filipina laut ini disebut Laut Luzon oleh pemerintah Filipina. Namun setelah eskalasi sengketa Kepulauan Spratly pada tahun 2011, beberpa Lembaga pemerintah Filipina memberi nama “Laut Filipina Barat”.

Pada September 2012, presiden Filipina Benigno Aquino III menandatangi Administratif No. 29 yaitu mewajibkan seluruh badan pemerintah filipina menggunakan nama “Laut Filipina Barat” dan memerintahkan National Mapping and Resource Information Authority (NAMRIA) untuk  menggunakan nama tersebut dalam peta resmi Filipina.

Pada juli 2017, kedaulatan Indonesia pada batas utara zona ekonomi eksklusif Laut China Selatan diganti menjadi “Laut Natuna Utara” yang berada di sebelah utara kepulauan Natuna, yang merupkan perbatasan ZEE selatan Vietnam dan selatan laut china selatan.

Geografi Laut China Selatan

Ada beberapa negara dan juga wilayah yang berbatasan dengan laut ini, yaitu Republik Rakyat Tiongkok (Makau, dan Hongkong), Republik Tiongkok (Taiwan),  Filipina, Malaysia, Brunei, Indonesia, Singapura, dan juga Vietnam.

Ada jugaterdapat sungai besar yang bermuara di Laut China Selatan yaitu Sungai Jiulong, Mutiara, Min, Merah, Pahang, Pampanga, Mekong, Rajang, dan Pasig.

Fakta Laut China Yang Banyak Sengketa

  • Ada 6 Negara Yang Mengklaim

Negara China, Taiwan, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Bruneimemiliki sejarah yang berbeda-beda untuk mendukung kedaulatan mereka.

China mengakui sebagian besar, yang memperthankan hak nya 90% laut china selatan, yaitu kepulauan Paracel, 9 terumbu karang di Spratley, termasuk Fiery Cross Reef dan Jhonson South Reef.

China mendasarkan klaimnya dari yang mereka sebut sebagai “9 garis putus-putus” yang membentang hingga 2.000 kilometer dari daratan china sampai berates kilometer dari filipina, Malaysia, dan juga Vietnam.

Sejarah yang digunakan Vietnm dan Filipina, mereka menggunakan fitur seperti terumbu karang dan pulau-pulau yang kebanykan tidak berpenghuni di laut china selatan. Pendudukan Filipina menunjukan bahwa kapal angkut zaman perang dunia II tenggelam di sekitar Second Thomas Shoal di akhir 1990-an.

Malaysia dan Brunei berargumen dengan mengklam dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Sebagaimana yang telah konservasi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).

  • Kaya Semuber Daya Alam

Pada laut china selatan ada sejumlah pulau, batu, dan terumbu karang, china sudah menjalankan program pembanunan pada wilayah ini yaitu dengan merubah batu atau karang sebagai pulau.

Beberapa pulau buatan terbesut dijadikan infrastruktur yang signifikan, yaitu termasuk dalam pelabuhan dan juga lapangan terbang.

Dalam laut china selatan terdapat 11 miliar barel minyak, dan gas alam 190 triliun kaki kubik yang berlum dieksploitasi di laut.

  • Tepatnya Laut China Selatan

Laut china selatan ini berada di barat Samudra pasifik di Asia Tanggara. Laut china selatan ini mengalir ke selatan china, timur, dan selatan Vietnam, barat filipina, dan utara pulau Kalimantan.

Demikian penjelasan materi membahas membahas mengenai Laut China Selatan.

Semoga artikel ini dapat bermafaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga :
Fungsi Batas ke Lautan ZEE : Sejarah, Hak dan Batas-nya Lengkap
Laut Terdalam di Dunia : Kedalaman dan Lokasi-nya Lengkap