Klasifikasi Iklim: Pengertian, Faktor dan klasifikasi iklim lengkap

Posted on

Klasifikasi Iklim – Pada materi kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai Klasifikasi Iklim pengertian, faktor pengendali iklim dan klasifikasi iklim.  Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi tentang Manfaat Keanekaragaman Hayati.

Untuk lebih jelas pembahasan materi tentang Klasifikasi Iklim, kalian dapat simak materi berikut ini :

materigeografi.com

Pengertian iklim

Iklim adalah gabungan antara berbagai kondidi cuaca sehari-hari.

Iklim yang terdapat di suatu daerah tidak bisa dibatasi hanya dengan satu analisir iklim tetapi kombinasi berbagai anasir cuaca. Iklim di daerah di susun oleh suatu unsur-unsur yang bervariasi besar, hampir tidak mungkin dua tempat yang berbeda memiliki iklim yang identik.

Iklim di suatu negara berbeda-beda tidak ada yang sama antara negara satu dengan yang lainnya. Karena dapat menyebabkan perbedaan dalam bidang proses alami, perkembangan dan kehidupan biologis. Perbedaan iklim antara negara dapat berpengaruh kepada proses pembentukan tanah, pelapukan batuan, jenis tanaman budidaya, kesuburan lahan pertanian, sedimentasi, erosi.

Perbedaan iklim dapat di tentukan dengan faktor pengendali iklim negara yang bersangkutan dengan kualitas dan kuantitas elemen atau unsur di setiap negara yang sangat rentan terhadap perubahan waktu ke waktu. Pengaruh elemen ilim bersifat tidak tetap sedangkan pengaruh pendendalian iklim bersifat tetap. Baik pengendali iklim dan elemen adalah faktor utama untuk penentu iklim bagi suatu negara.

Faktor Pengendali Iklim

Di setiap negara mempunyai perbedaan iklim yang di pengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat di kenal dengan pengendali iklim. Faktor pengedali iklim yaitu sebagai berikut:

Faktor luar bumi

Faktor pengendali iklim dari luar ialah matahari. Sinar matahari merupakan sumber panas atau energi untuk bumi. Panas matahari mampu berpengaruh terhadap keberadaan dan perkembangan terhadap awan, temperatur, udara, angin daln lain sebagainya.

Matahari mempunyai tempat yang berbeda-beda atau matahari selalu bergeser karena adanya rotasi dan revolusi bumi terhadap matahari. Hal ini berpengaruh terhadap energi yang di pancarkan ke bumi yang memncarkan energi tersebut berubah-ubah tempat.

Faktor dalam bumi

Faktor pengendali iklim dari dalam bumi ini ditentukan oleh manusia dan faktor fisis daerah yang bersangkutan. Fator dari manusia ini tidak memiliki banyak peruabahan dan perkembangan iklim, tapi hanya memperkecil pengaruh iklim. Keadaan fisis daerah yang berperan dalam pengaturan iklim ialah sebagai berikut:

  • Garis lintang
  • Topografi
  • Bentuk muka bumi
  • Luas daratan dan laut
  • Daerah tekanan udara
  • Permukaan tanah

Ada beberapa hal dalam penentuan penggunaan klasifikasi iklim yaitu sebagai berikut:

  • Luas cakupan wilayah klasifikasi iklim yaitu mikro, meso dan makro
  • Tujuan klasifikasi iklim dibuat untuk penerbangan, kelautan dan pertanian
  • Latar belakang pembuatan klasifikasi iklim

Klasifikasi Iklim

Di Indonesia mempunyai 3 klasifikasi iklim yang dapat di gunakan yaitu sebagai berikut:

Klasifikasi Schmidt – Fergusson

Klasifikasi ini menggunakan dasar adanya bukan basah dan bukan kering yang di kemukakan oleh Mohr. Perbedaan terdapat cara bulan kering dan bulan basah.

Klasifikasi ini di temukan dengan cara tiap tahun bulan basah dan bulan kering di hitung lalu di jumlahkan untuk beberapa tahun lalu di rerata. Saat menggunakan harga rerata masing-masing bulan hanya bulan basah dan bulan kering yang tiap bulan bergeser dan tidak nampak pada harga rerata bulan basah.

Jumlah rerata dari bulan kering dan bulan basah ini di dapat dari data hujan dari seluruh Indonesia dari tahu 1921 sampai 1940 dan menghilangkan tempat-tempat yang menghilangkan data sepuluh tahun.

Klasifikasi Koppen

Klasifikasi Koppen merupakan rerata curah hujan dan temperatur bulanan atau tahunan. Kenampakan yang terbaik dari keadaan iklim dapat di lihat dari tanaman asli, sehingga iklim di tentukan oleh batasan hidup tanaman. Daya guna hujan terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman dilihat dari jumlah hujan dan tergantung pada intensitas evaporasi yang dapat menyebabkan hilangnya air yang cukup besar dari tanah atau tanaman.

Dari intensitas evaporasi dan daya guna hujan dapat di tunjukkan dengan hubungan antara hujan dan temperatur. Contohnya pada jumlah hujan yang sama terjadi di daerah iklim oanas yang terpusat pada musim panas yang artinya evaporasi besar merupakan kurang untuk tanaman dari pada jatuh di daerah iklim yang sejuk.

Kalsifikasi ini membagi bumi menjadi 5 kelompok yaitu sebagai berikut:

Iklim hujan tropika

Iklim ini di simbolkan dengan A. Pada daerah yang mempunyai temperatur dengan bulan yang lebih dingin dari pada 180C. Iklim ini di bagi menjadi tipe-tipe iklim yaitu:

  • Tropika basah (Af)
  • Tropika Basah (Am)
  • Tropika Basah Kering (Aw)

Iklim kering

Iklim ini di bagi menjadi 2 tipe yaitu

  • Iklim Steppe (Bs) dan iklim Padang Pasir (Bw)

Iklim sedang

Iklim sedang ini di bagi menjadi beberapa tipe yaitu:

  • Iklim sedang dengan musim dingin yang kering (Cw)
  • Iklim sedang dengan musim panas yang kering (Cs)
  • Iklim sedanng yang lembab (Cf)

Iklim dingin

Iklim ini terdiri dari iklim dingin dengan musim dingin yang kering (Dw) dan iklim dingin tanpa pernah kering (Df).

Iklim kutub

Iklim kutub sendiri terbagi menjadi 2 yaitu iklim tundra (Et) dan iklim es-salju abadi (Ef)

Klasifikasi Oldeman

Klasifikasi ini digunakan untuk lahan padi sawah lahan kering. Dengan pertimbangan bahwa curah hujan lebih besar atau sama dengan 200 mm perbulan di anggap cukup untuk usaha sawah, sedangkan untuk tanaman palawija dengan curah minimal 100 mm perbulan di anggap cukup. Dengan umur padi yang di perkirakan selama 5 bulan.

Demikian penjelasan materi mengenai tentang Klasifikasi Iklim yang mencakup pengertian, faktor pengendali iklim dan klasifikasi iklim.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga:
Iklim di Indonesia : Pengertian, Jenis, dan Perubahan Iklim
Iklim Tropis: Pengertian, Ciri, Karakteristik dan Faktornya Lengkap