Jenis-Jenis Tanah : Pengertian, Sifat, Karakteristik, dan Manfaat Dari Jenis-Jenis Tanah Beserta Penjelasan Lengkap

Posted on

Jenis-Jenis Tanah– Pada materi kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai pengertian, sifat, karakteristik dan manfaat dari jenis-jenis tanah. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi tentang Simbol-Simbol Pada Peta.

Materigeografi.com

Untuk lebih jelas pembahasan materi Jenis-jenis Tanah, kalian dapat simak materi berikut ini :

Tanah adalah salah satu material yang engandung butiran mineral padat yang tersedimentasi dan juga berasal dari pelapukan bahan organil, tanah juga berisi zat cair dan juga gas yang mengisi ruang pada pertikel padat tersebut.

Secara umum tanah dibagi menjadi dua bagian, yaitu tanah berkohesif dan juga tidak berkohesif. Contoh tanah berkohesif adalah anah lempung, dan contoh tanah tidak berkohesif  adalah tanah berpasir.

Berikut adalah penjelasan jenis-jenis tanah yang ada :

JENIS TANAH BERDASARKAN PROSES TERBENTUKNYA

1. Tanah Humus

Tanah humus adalah tanah yang terbentuk karena adanya proses pelapukan  dari tumbuh tumbuhan. Tanah humus engandung banyak unsur dan mineral

Karateristik Tanah Humus

Tanah humus sangat baik untuk bercocok tanam, karena kandungannya yang sangat subur dan juga baik untuk tanaman.

Warna pada tanah ini agak kehitaman, karena memiliki unsur hara dan juga mineral yang banyak yang disebabkan karena adanya proses pelapukan tumbuhan.

Persebaran Tanah Humus

Tanah ini banyak ditemukan di daerah hutan. Si Indonesia persebaran tanah ini terdapat di daerah Sumatra, Kalimantan, Papua, Jawa, dan sebagian wilayah Sulawesi.

2. Tanah Pasir

Tanah ini terbentuk karena adanya pelapukan dari batuan pasir. Tanah ini banyak ditemukan di daerah sekitar pantai atau daerah kepulauan.

Karakteristik Tanah Pasir

Tanah pasir ini tidak memiliki kandungan air dan juga mineral, hal ini dikarenakan tanah pasir memiliki tekstur yang lemah.Tanah ini sangat mudah menyerap air.

Tanah ini banyak digunakan untuk dijadikan bahan bangunan perumahan, perkantoran dan lain sebagainya.

Tanah pasir mudah ditemukan didaerah yang berpasir.

Persebaran Tanah Pasir

Tanah pasir ini hampir tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

3. Tanah Aluvial

Tanah alluvial merupakan jenis tanah yang terbentuk atau terjadi karena adanya endapatan lumpur yang terbawa karena aliran sungai. Jenis tanah ini biasanya terdapat di bagain hilir. Warna tanah ini coklat hingga kelabu.

Karakteristik Tanah Aluvial

Tanah ini baik untuk pertanian baik menanam padi, jagung, tembakau, dan tanaman lainnya yang memiliki tekstur lembut dan udah diarap.

Mudah menyerap air. Memiliki pH dibawah 6.

Persebaran Tanah Aluvial

Tanah ini tersebar di Indonesia dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan juga Papua.

4. Tanah Podzolit

Tanah poszolit merupakan tanah yang berada didaerah pegunungan yang memiliki curah hujan tingi dan bersuhu rendah. Tanah ini tidak cocok untuk menanam tanaman semusim. Tanah pozolit hanya dapat menyimpan sedikit air karena hal ini, maka akan mudah kekeringan.

Karakteristik Tanah Podzolit

Mengandung unsur hara. Tanah ini tidak subur. Warna tanah ini merah hingga kuning.

Dapat ditanami tanaman jmabu mete.

Persebaran Tanah Podzolit

Pada wilayah Indonesia tanah ini tersebar di daerah Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan, Papua, dan juga Sulawesi.

5. Tanah Vulkanis

Tanah vulkani merupakan tanah yang terbentuk karena letusan gunung berapi, sehingga tanah ini sangat subur dan juga memiliki zat hara yang banyak.

Karakteristik Tanah Vulkanis

Memiliki unsur hara seperti N,P,K,Fe, dan AL. ini berasal dari lava gunung berapi.

Struktur tanah yang rentan terharap erosi. Memiliki pH 4-7.

tanah ini memiliki sifat gembur dan sanagat mudah untuk mengurainya.

Persebaran Tanah Vulkanis

Terdapat di sekitaran permukaan gunung berapi.

Tanah vulkanik ini memiliki dua jenis tanah yaitu, tanah vulkanik regosol dan juga tanah vulkanik latosol.

Tanah Vulkanik Regosol memiliki warna tana habu-abu hingga kuning. Memiliki kansungan organic yang sedikit. Tanah ini cocok untuk ditanami buah-buahan , tembakau dan juga palawijaya.

Tanan Vulkanik Latosol memiliki warna merah hingga kuning. Banyak mengandung bahan organic dan memiliki sifat asam. Tanah ini sangat cocok ditanami tanaman kopi, karet, padi,kelapa, dan palawijaya.

5. Tanah Laterit

Tanah laterit memiliki warna merah bata dikarenakan adanya kandungan banyak kandungan zat besi dan juga alumunium.

Karakterisitik Tanah Laterit

Mudah menyerap air. Tanah ini termasuk tanah yang berumur tua.

Hanya dapay ditanami tenaman tertentu yaitu kopi, singkong, jagung, coklat, kelapa sawit dan palawijaya.

Persebaran Tanah Laterit

Persebaran tanah ini di Indonesia terdapat di Kalimantang, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

6. Tanah Mediteran

Tana mediteran merupakan tanah yang terbentuk dari sanya proses pelapukan batuan kapur dan juga tanah ini memiliki tingkat kesuburan yang rendah.

Karakterisitik Tanah Mediteran

Mangandung banyak senyawa karbonat yang tinggi. Memiliki warna yang merah kekuningan tanah ini juga ada yang memiliki warna abu-abu.

Mengandung banyak air, biasanya terdapat di hutan. Memiliki tektur yang lempung dan bersifat asam.

Pada umumnya tanah ini dimanfaatkan untuk menanam jati, tembakau, palawija dan jambu mete. Memiliki pH diatas 7.

Persebaran Tanah Mediteran

Tanah ini biasanya ditemui di daerah Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Timu, dan Jawa Tengah.

7. Tanah Organsol

Tanah organsol terbentuk dari adanya pelapukan benda organik seperti tumbuhan, gambut, dan juga rawa. Tanah ini terdapat di daerah yang basah atau memiliki curah hujan tinggi.

Karakterisitk Tanah Organsol

Memiliki ketebalan 0,5 mm. memiliki diferensiasi hrizon yang jelas.

Kandunga organic didalam tanah lebih dari 30%. Memiliki tekstur yang lempung.

20% tanah ini berpasir.

Memiliki pH 0.4

Persebaran Tanah Organsol

Tanah ini tersebar di daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Papua, Nusa Tenggara.

8. Tanah Andosol

Tanah andosol ini terbentuk dari proses vulkanisme pada gunung berapi. Tanah ini sangat subur sehingga baik untuk tanaman.

Karakterisitik Tanah Andosol

Memiliki warna coklat keabuan. Mengandung mineral yang banyak, dan unsur hara.

Tanah ini sangan cocok untuk segala jenis tanaman yang ada. Tanah ini biasanya berada di daerah yang dekat dengan gunung berapi.

Persebaran Tanah Andosol

Di Indonesia persebaran tanah ini terdapat di Jawa, Bali, Sumatera, dan Nuga Tenggara.

9. Tanah Entisol

Tanah entisol merupakan tanah yang terjadi karen proses pelapukan dari material letusan gunung berapi, seperi debu, lahar, alpili, dan pasir.

Karakteristik Tanah Entisol

Tanah yang subur, tanah ini pada usianya merukapan tanah yang muda.

Terdapat tidak jauj dari area gunung berapi.

Persebaran Tanah Entisol

Tanah ini tersebar di daerah pantai Prangtritis,dan daerah Jawa yang memiliki gunung berapi.

JENIS TANAH BERDASARKAN ASALNYA

a. TANAH ORGANIK

Tanah organic merupakan tanah yang berasal dari adanya pelapukan sisa tanaman dan dari kulit organisme yang telah mati.

Tanah organik memiliki tekstur lunak, berwarna tua, memiliki sifat plastisitas yang rendah.

Contoh tanah organic yaitu : Tanah Gambut.

b. TANAH ANORGANIK

Tanah anotganik terbentu dari adanya pelapukan batuan abik secara kimiawi ataupun ifisik.

Tanah anornaik memiliki beragam warna, hitam, kecokelatan, merah bata, putih, kuning. Warna ini tergantung dari kandungan mineral yang ada di daam tanah.

Contoh tanah anorganik yaitu Tanah liat, entisol, oxiol, ultisol, dan lain sebagainya.

JENIS TANAH BERDASARKAN KESUBURANNYA

  1. Tanah Muda, karena mengandung unsur hara yang sedikit tanah ini kurang subur.
  2. Tanah Dewasa, tanah ini sangat subur sehingga baik untuk pertanian. Hal ini karena tanah ini mengandung unsur hara yang berlimpah, dan jua memiliki nutrisi.
  3. Tanah Tua, tanah jenis ini sudah berkurang tingkat suburannya lagi karena jumlah unsur haranya mulai berkurang.
  4. Tanah Sangat Tua, pada tanah ini sudak tidak subur, karena unsur hara yang tinggal sedikit dan juga hampir habis.

Demikian penjelasan materi mengenai pengertian, sifat, karakteristik dan manfaat dari jenis-jenis tanah.

Semoga artikel ini dapat bermafaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga :
Pencemaran Tanah : Pengertian, Sumber, Penyebab, Dampak, dan Cara mengatasi
Lapisan Tanah : Pengertian beserta Penjelasannya Lengkap
Tanah Laterit – Pengertian, Ciri ciri, Manfaat dan Karakteristik
Tanah Andosol – Pengertian, Karakteristik, Ciri ciri dan Potensinya
Tanah Humus – Pengertian, Ciri, Struktur dan Proses Terbentuknya
Tanah Aluvial – Pengertian, Karakteristik, Proses Pembentukan dan Kandungannya
Tanah Regosol – Pengertian, Jenis, Ciri ciri dan Persebarannya
Tanah Latosol – Pengertian, Karakteristik dan Proses Pembentukan
Tanah Liat : Pengertian, Proses, Ciri dan Manfaatnya