Jenis-Jenis Awan : Pengertian dan Jenis-nya Lengkap

Posted on

Jenis-Jenis Awan – Pada materi kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai penertian, dan jenis-jenis awan. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi Pulau Terbesar di Indonesia.

Materigeografi.com

Untuk lebih jelas pembahasan materi Jenis-jenis Awan, kalian dapat simak materi berikut ini :

Kata awan sudah sangat umum untuk kita dengar. Awan yang setiap hari dapat kita lihat dilangit, yang memiliki warna putih, yang terlihat seperti gumpalan kapas, bahkan berwarna gelap.

Ada banyak jenis awan yang ada di langit ini. Ada beberapa jenis awan yang juga menimbulkan hujan dan juga terdapat awan yang dapat membahayakan dalam dunia penerbangan.

Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya.

Pengertian Awan

Awan merupakan suatu gumpalan uap air yang  terbentuk karena siklus air yang terus menerus terjadi. Siklus air ini biasanya disebut oleh para ahli yaitu siklus hidrorolgi.

Terbentuknya awan karena adanya pemuaian air yang menguap ke atmosfer karena adanya pacarana sinar matahari ke laut. Kemudian akan mengalami pengembunan dan pemadatan uap air tersebut, pada ketinggian tertentu dam membentuk awan.

Dari ketinggian tersebut, Komisi Cuaca dan Langin Internasional di tahun 1894 membagi beberapa jenis awan sesuai dengan ketinggiannya. Yaitu Awan Tinggi, Awan Sedang, Awan Rendah, Awan Perkembanan Vertikal.

Jenis – Jenis Awan

A. Jenis Awan Tinggi

Jenis awan ini akan dikatakan sebagai awan tinggi jika ketinggian pada awan ini berada pada > 20.000 kaki diatas permukaan laut. Kelompok jenis awan ini tidak hanya dilihat dari ketinggiannya, namun juga dilihat dari wilayah yang memiliki suhu atau iklim tertentu.

Jenis awan tinggi ini jika pada wilayah iklim tropis ketinggiannya sekitar 6 – 18 km DPL, jika pada wilayah beriklim sedang ketinggian awan ini berkisar 5 – 13 km DPl. Dan pada wilayah kutub awan ini berada pada ketinggian 3 – 8 km DPL.

Jenis awan tinggi ini memiliki beberapa jenis, yaitu :

1. Jenis Awan Cirrus (Ci)

Awan Cirrus

Awan ini dikatakan awan cirrus karena awan ini memiliki serat yang halus seperti halnya serat bulu burung. Namun ada juga beberapa jenis awa cirrus ini terlihat seperti krstal es. Tipe awan cirrus ini tidak menumbulkan hujan.

Awan cirrus biasanya berapa pada ketinggian 5 km DPL. Bentuknya yang terlihat seperti kristal dan berada pada tempat yang tinggi membuktikan bahwa awan cirrus memang memiliki suhu yang sangat rendah.

Ciri-ciri awan cirrus :

  • Awan ini merupakan awan yang memiliki bentuk yang tidak jelas atas samar.
  • Terbentuk dari uap air yang berubah menjadi kristal air, karena berada pada suhu yang dingin dan berada pada ketinggian langit
  • Umum nya awan ini terbentuk dilangit pad ketinggian 6 – 18 km DPL.
  • Bentuk awan yang halus, seperti serat bulu burung.

2. Jenis Awan Cirrostratus (Ci St)

Awan Cirrostratus

jenis awan cirrostrus  seperti kelambu putih yang halus dan kental. Jenis awan ini dapat menutup langit secara keseluruhan dangan warnanya yang cerah. Jika lebih diperhatikan, awan ini terlihat seperti anyaman dengan memiliki bentuk yang tidak teratur.

Pada musim kemarau awan ini akan berbentuk lingkaran bulat yang seperti mengelilingi matahari atau bulan, fenomena ini biasanya disebut dengan efek halo. Fenomena ini terjadi hanya pada daerah yang memiliki iklim tropis pada musim kemarau.

Ciri-ciri awan cirrostratus :

  • Terbentunya awan ini berada pada ketinggian 6000 mdpl.
  • Memiliki bentuk dan warna yan putih seperti kelabu yang halus, dan dapat menutup kesuluruhan permukaan langit.
  • Berbentuk seperti anyaman yang tidak teratur.
  • Awan yang dapat menimbulkan efek halo pada wilyah beriklim tropis.
  • Awan ini dapar menimbulkan hujan gerimis, yang biasanya terjadi pada siang hari yang panas.

3. Jenis Awan Cirrocumulus

Awan Cirrocumulus

Awan ini memiliki karakteristik sendiri, yaitu memiliki bentuk seperti ombak pada pasir pantai, atau juga menyerupai bulatan-bulatan kecil berwarna putih yang berkelompok sehingga terlihat seperti domba.

Awan ini dapat dilhat pada langit yang terdegradasi dari awan cirrostratus dan juga awan cirrus.

Ciri-ciri awan cirrocumulus :

  • Terbentuk pada ketingian 6.000 – 12.000 mdpl.
  • Peroses terjadinya awan ini terpaut sebentar dan akan kembali berubah menjadi awan sirostratus.

B. Jenis Awan Sedang

Kelompok awan sedang ini terbentuk menjadi awan pada Kawasan yang memiliki iklim sedang.

Kawasan yang memiliki iklim sedang ini berada pada 2 – 7 km DPL, jika pada daerah tropis berada pada ketinggian 2 – 8 km DPL.

Awan sedang ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

1. Jenis Awan Alto Cumulus (A cu)

Awan Alto Cumulus

Awan jens ini memiliki warna putih atau abu-abu, terlihat seperti lembaran berlapis dan juga berserat. Awan terdiri dari satu lapisan yang berada pada bagian tengah, sehingga menjadikan awan ini terihat tebal, jika pada bagian sisinya awan ini terlihat tipis.

Awan ini terliht berkupul, dan saling berkaitan

Banyak yang mengatakan bahwa awan altocumulus sama sengan awan sirocumulus, sebanranya mereka memiliki perbedaa, perbedaanya dapat dilihat dari ketinggiannya, seperti berada di atas gunung dan dekat dengan rumah.

Ciri-ciri awan alto cumulus :

  • Terbentuk pada ketinggan sekitar 2.000 – 7.000 mdpl.
  • Bentuk dari awan ini seperti bola-bola kecil yang saling berkaitan dan berjumlah banyak.

 2. Jenis Awan Alto Stratus (A St)

Awan Alto Stratus

Awan ini memiliki warna abu-abu kebiruan yang berupa seperti lembaran berserat enutupi langit secara keseluruhan. Awan dapat menibulkan hujan ringan jika air pada awan ini terkumulasi cukup tebal. Awan ini menutupi sinar matahari ke permukaan bumi.

Ciri-ciri awan alto stratus :

  • Terbentuk pada ketinggian 2.000 – 7.000 mdpl.
  • Berpotnesi mendatangkan hujan ringan.
  • Memiliki warna abu-abu kebiruan.
  • Biasanya awan ini terbentuk di sore hari dan malam hari, dan akan hilang saat atahari terbit.

3. Jenis Awan Nimbostartus

Awan Nimbostartus

Awan ini merupakan awan yang dihasilkan karena adanya penebalan altostratus, memiliki warna abu-abu gelap. Awan ini dapat menimbulkan hujan deras.

Bentuk dari awan ini seperti tepi yang tidak beraturan dan awan ini cukup tebal sehingga dapat menutupi seluruh lapisan langit.

3. Jenis Awan Rendah

Kelompok awan ini terbentuk pada ketinggian yang rendah seperti > 2.000 dmpl. Awan ini yang sering ditemukan para pendaki gunung saat berada dipuncak.

Awan ini terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :

1. Jenis Awan Starto Cumulus (St Cu)

Awan Starto Cumulus

Awan ini berbentuk seperti sarang lebah, dan sering menghadirkan hujan local. Apabila air pada awan ini terakumuasi lebih cepat, makan awan ini akan menimbulkan hujan lebat.

Ciri-ciri awan strato cumulus :

  • Terlihat seperti bpola-bola putih yan menutupi langit.
  • Ketinggian awan ini 1.500 – 2.000 mdpl.
  • Warna awan ini putih.
  • Munculnya awan ini menandakah bahwa atmosfer di sekitarnya cenderung stabil.

2. Jenis Awan Stratus (St)

Awan Stratus

Awan ini memiliki kabut yang ada pada ketinggian sekitar 2 km. awan ini berkembang mengikuti arah mata angin.

Tekstur awan ini tipis dan berlapis, kadanga jarang padnang menjadi sedikit terganggu. Awan ini juga dapat menimbulkan hujan local ringan.

Ciri-ciri awan startus :

  • Bentuk serat dan warna nya putih kelabu atau putih berlapis-lapis.
  • Terbentuknya awan ini cukup rendah sehingga menimbulkan adanya kabut.

D. Jenis Awan Perkembangan Vertikal

Kelompok awan ini berada pada ketinggian 500 – 1.500 mdpl.

Berikut jenis awan perkembangan vertikal.

1. Jenis Awan Cumulus (Cu)

Awan Cumulus

Awan cumulus adalah awan yang terbentuk secara vertikal keatas. Awan cumulus ini dapat terus bertumbuh besar pada bagian puncak nya dan mencapai ketinggian 1000 m.

Ciri-ciri awan cumulus :

  • Memiliki bentuk seperti kembang kol yang terus berkembang.
  • Memiliki warna yang putih cerah  pada satu sisi dan kelabu pada sisi lain.
  • Ketinggian dan lebar awan dapat mencacpa 1000 m.

2. Jenis Awan Cumolonimbus (Cu Ni)

Awan Cumolonimbus

Awan ini merupakan awan ditakuti pada duni penerbangan, karena awan ini memiliki volume yang besar dan dapat berkembang pada tempat yang rendah.

Pada ujung awan ini memiliki ujung atas yang tinggi dan melebar dan memiliki ketebalan yang besar.

Awan ini ditakuti oleh para pilot, karena awan ini sering menimbulkan petir yang dapat mencelakakan pesawat.

Ciri-ciri awan cumulonimbus :

  • Awan ini dapat ditemukan pada ketinggian 2.000 – 16.000 mdpl.
  • Memiliki warna putih bagian atas, dan gelap pada bagian bawah.
  • Awan yang dapat menimbulkan hujan lebat.

Demikian penjelasan materi membahas membahas mengenai Jenis-jenis Awan.

Semoga artikel ini dapat bermafaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga :
Awan Cumulus – Pengertian, Ciri dan Proses Terjadinya
Awan Cirrocumulus – Pengertian, Karakteristik dan Jenisnya