Iklim di Indonesia : Pengertian, Jenis, dan Perubahan Iklim

Posted on

Iklim di Indonesia – Pada materi kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai pengertian, dan jenis-jenis, perubahan, dan dampak perubahan iklim di indonesia. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi Jenis-Jenis Awan.

Materigeografi.com

Untuk lebih jelas pembahasan materi Iklim di Indonesia, kalian dapat simak materi berikut ini :

Terdapat 3 iklim yang di Indonesia, yaitu iklim musim (muson), iklim tropika (panas), dan iklim laut. Namun yang paling terkenal pada Indonesia yaitu iklim tropis atau biasa disebut dengan iklim panas. Iklim ini tak dimiliki oleh negara lain.

Iklim tropis yang dikenal hany ada dua musim yaitu musim hujan dan juga musim kemarau.

Berikut adalah penjelasan dari jenis-jenis ikim di Indonesia.

1. Iklim Musim (Iklim Muson)

Iklim musim ini terjadi karena adanya angin musim yang bertiup berganti arah pada setiap setengah tahun sekali. Adanya ikilm musim ini memberikan dampak yang negative dan positif.

Dengan adanya iklim maka Indonesia akan berganti musim pada kurun waktu 6 bulan sekali. Angin musim ini terdiri dari anginmusim timur laut dan barat daya. Karena angin musim ini terjadi setiap 6 bulan sekali, maka kita dapat merasakannya pada saat setiap pergantian musim yang terjadi pada Indonesia.

a. Angin Musim Barat Daya

Angin musim barat daya ini memiiki sifat basah. Angin musim barat daya ini merupakan angin musim yang biasa disebut dengan musim hujan, anin yang tertiup apda bulan-bulan tertentu ini yaitu dari bulan oktober – April, maka setiap bulan tersebut Indonesia mengalami musim hujan berkepanjangan.

Angin musim barat daya ini memiliki banyak manfaat bagi seluruh makhluk hidup.

Berikut adalah manfaat dari angin musim barat daya :

  • Menyuburkan tanaman.
  • Panen yang menguntungkan.
  • Tidak kekurangan sumber air.
  • Hewan yang tidak kesulitan untuk mencari sumber air.
  • Manusia yang tidak kesulitan untuk menemukan sumber air.

b. Angin Musim Timur Laut

Angin musim timur laut ini memiliki sifat kering. Angin musim timur laut biasa disebut dengan musim kemarau. Angin ini bertiup pada bulan April – oktober, sehinggan bulan-bulan tersebut akan mengalami musim kemarau di Indonesia.

Angin musim ini memiliki dapak negative bagi makhluk hidup karena bersifat merugikan.

Berikut dampak negative dari musim kemarau :

  • Makhluk hidup kesulitan untuk mencari sumber air.
  • Petani mengalami musim peceklik.
  • Hasil panen yang menurun.
  • Tingkat kesuburan tanaman yang rendah.

2. Iklim Tropik (Iklim Panas)

Indonesia yang berada pada garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropika atau biasa disebut dengan iklim panas. Indonesia adalah merupakan negara yang memiliki suhu yang tinggi, karena hal ini setiap beberapa bulan Indonesia yang mengalami musim penceklik atau disebut dengan musim panas berkepanjangan.

Iklim tropis di Indonesia berada pada 0o – 231/2o LU/LS hamps 40% permukaan bumi. Maka dari itu banyak masyarakat yang mengeluhkan hal ini, karena banyak kerugian yang dialami.

3. Iklim Laut

Indonesia yang merupakan negara maritime, karena memiliki banyak kelautan. Karena hal ini Indonesia terdapat iklim laut.

Iklim laut merupakan iklim yang banyak mendatangkan hujan yang memiliki sifat lembab, karena hal ini juga yang menyebabkan Indonesia terdapat musim hujan berkepanjnagan.

Iklim laut ini berada pada daerah tropis, subtropics dan sedang.

Daerah Tropis dan Sub Tropis

Iklim sub tropis ini berada pada derah tinggi atau pegunungan yang berada pada daerah tropis dan subtropics, karena ketinggiannya ini bisanyanya mengakibatkan kekeringan.

Biasnaya identik dikenal dengan iklim Samudra, yang manaa iklim ini terdapat musim panas dan dingin yan stabil.

Daerah Sedang

Daerah sedang yang berada pada ketinggian yang sedang, keadaanya akan stabil karena banyaknya awan, dan banyak hujan di musim dingin. Namun biasanya hujan yang turun disertai adanya badai.

Perubahan Iklim di Indonesia

Karena bebera kondisi akan menyebabkan perubahan iklim pada suatu wilayah. Adanya perubahan iklim yang terjadi ditandai oleh :

  • Pola curah hujan.
  • Tinggi permukaan air laut.
  • Variabelitas iklim (El Nino, La nina, dan yang lainnya)

Adanya perubahan iklim ini dapat menyebabkan dampak neatif khususnya bagi para petani, dampak lainnya yaitu bagi kesehatan, perekonomian, dan lainnya. Adanya peningkatan temperature harian ini berpengaruh bagi curah hujan yang biasnaya ditentukan karena sirkulasi monsun asia dan Australia.

Sirkulasi monsun ini memiliki dua musim yang akan berubah dalam waktu 6 bulan sekali yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Dampak perubahan iklim

  • Produksi pada bahan pangan akan terhambat seperti iklan, jagung, padi, dna kebutuhan pokok yang lainnya.
  • Akan ada resiko banjir khushnya didaerah pantai, laut dan daerah datarannya rendah.
  • Tergangu nya pengiriman barang ditribusi yang menggunakan trasnportasi laut.
  • Tempat wisata dan juga objek wisata akan mengalami kerusakan.

Demikian penjelasan materi membahas membahas mengenai Iklim di Indonesia.

Semoga artikel ini dapat bermafaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga :
Iklim Tropis: Pengertian, Ciri, Karakteristik dan Faktornya Lengkap
Iklim Junghuhn : Pengertian, Klasifikasi dan Gambarnya