Fenomena Aphelion : Pengertian, Penyebab, Waktu Terjadi-nya, Dampak, dan Contoh

Posted on

Fenomena Aphelion – Pada maeteri kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai pengertian, penyebab, waktu, dampak, dan contoh. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi Batuan Gabro.

Materigeografi.com

Untuk lebih jelas pembahasan materi Fenoena Aphelion, kalian dapat seimak materi berikut ini :

Seperti yan telah kita tahu, bahwa bumi ada;ah salah satu bagian yang ada di sistem tata surya. Karena hal ini maka bumi bisa saja mengalami fenomena yang berkaitan dengan tata surya, contoh sederhananya adalah adanya gerhana bulan dan matahari.

Selain fenomena tersebut, ada salah satu fenomena yang sangat jarang kita lihat atau saksikan, yang biasanya hanya terjadi beberapa tahun sekali. Dan adanya fenomena ini masih sangat asing bagi kebanyakan orang, yaitu fenomena aphelion.

Fenomena ini dikatakan dapat mengubahan suhu udara menjadi lebih dingin.

Berikut penjelsan lebih lengkapnya.

Pengertian Aphelion

 Ada fenomena yang sedang banyak dikbicarakan oleh kebanyakan orang saat ini, fenomena tersebut adalah fenomena aphelion. Feomena ini masih sangat jarang diketahui oleh kebanyakan orang lainnya.

Fenomena aphelion ini adalah salah satu dari fenomena yang sering dikaitkan dengan adanya perubahan suhu yang menjadi lebih dingin. Hal ini pernah terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia.

Ada banyak yang berpendapat bahwa fenomena aphelion ini yang menyebabkan mengapa udara menjadi lebih dingin.

Menurut  Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, fenomena aphelion adalah suatu fenomena yang biasa. Fenomena ini sering terjadi setiap tahun secara rutin.

Fenomena aphelion yaitu suatu kondisi dimana bumi berada pada tiitk yang paling jauh dengan matahari. Orbit bumi tidak berbentuk lingkaran, namun berbentuk elips, maka titik terjauh dengan matahari, bumi juga memiliki titik terdekatnya dengan matahari.

Pada titik terdekat dengan matahari ini dikatakan dengan fenomena Perihelion.

Waktu Terjadinya Aphelion

 Adanya fenomena aphelion ini sangat normal terjadi dibumi dan tidak berbahaya. Menurut BMKG, fenomena aphelion yang pernah viral di beberapa daerah Indonesia dan dikaitan dengan suhu yang menjadi lebih dingin.

Terjadinya fenomena aphelion ini saat bumi berada di titik terjauh dengan matahari, hal ini biasanya terjadi pada setiap bulan juli. Sedangan saat bumi berada di titik terdekat dengan matahari atau disebut fenomena Perihelion terjadi pada setiap bulan januari.

Terjadinya Fenomena Aphelion

Terjadinya fenomena aphelion ini dikarenakan, orbit bumi yang tidak berbentuk bulan namun memiliki bentul elips atau oval. Karena berbentuk elips atau oval tersebut maka erjadilah titik bumi dimana adanya titik terdekat dengan matahari (Perihelion) dan titik terjauh dengan metahari (Aphelion).

Adanya kedua titik tersebut merupakan konsekuensi dari bentuk orbit yang berbentuk elips atau oval.

Berikut merupakan jadwal terjadinya perihelion dan aphelion yang terjadi.

Jadwal Terjadinya Fenomena Aphelion dan Perihelion

Dampak Fenomena Aphelion

Saat beberapa masyarakat di Indonesia mengaatakan bahwa suhu yang menjadi lebih dingin ini diakibatkan karena adanya fenomea aphelion, namun sebenarnya hal tersebut bukan dari fenomena aphelion.

Terjadinya suhu udara yang lebih dingin  tersebut karena adanya tekanan udara yang terjadi pada belahan utara lebih rendah dari pada tekanan udara pada belahan selatan, hal ini yang menyebabkan terjadinya udara menjadi lebih dingin.

Saat angin tersebut tertiup ke arah Indonesia, dan berasal dari Indonesia jua yang memang saat itu sedang mengalami musim dingin, maka hal tersebut yang menyababkan udara terasa lebih dingin.

Untuk dampak dari fenomena aphelion BMKG mengatakan bahwa tidak ada dampak yang terlalu signifikan. Para ahli juga mengatakan bhawa dampak dari fenomena ini juga tidak terlalu signifikan bagi bumi dan tidak menyebabkan udara atau suhu menjadi lebih dingin.

Ada juga beberapa orang yang mengatakan bahwa adanya fenomena aphelion dan perhelion adalah salah satu penyebab bumi memiliki beberapa musim, misalna yaitu kemarau, dingin atau hujan.

Hal tersebut karena adanya titik jauh dan dekat bumi dengan matahari, yang bukan disebabkan karena aphelion. Setiap belahan bumi yang memiliki musim yang berbeda dikarenakan adanya kemiringan sumbu pada bumi.

Contoh Fenomena Aphelion

Terjadinya fenomena aphelion ini, yang tidak memberikan dampak yang signifikan di bumi ketika fenomena ini terjadi. Tidak seperti fenomena saat gerhana bulan atau matahari sedang terjadi. Saat fenomena aphelion ini terjadi pada bumi maka kebanyakan manusia tidak akan mengetahuinya.

Fenoomena aphelion ini terjadi setiap bulan juli yang jatuh pada awal juli. Pada tahun 2018 fenomena aphelion ini terjadi pada tanggal 6 juli.

Tanggal terjadinya fenomena ini dibilang tetap atau tidak terlalu berubah secara signifikan, maka hal tersebut sangat udah unutuk memeprediksinya.

Fenomena aphelion terjadi sekitar tangal 3 – 6 juli, pada salah satu tanggal tersebut fenomena aphelion ini pasti akan terjadi dalam satu hari, dimana bumi sedang berada pada titik terjauh dengan matahari. Pada tahun 2019 fenomen aphelion ini terjadi pada tanggal 4 juli 2019.

Demikian penjelasan materi membahas membahas mengenai Fenomena Aphelion.

Semoga artikel ini dapat bermafaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga :
Fenomena Salar de Uyuni : Proses Terbentuk-nya, Pesona, Kondisi Geografis, dan Fakta-nya Lengkap