Ekosistem Terumbu Karang dengan penjelasan lengkap

Posted on

Ekosistem Terumbu Karang – Pada materi kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai Ekosistem Terumbu Karang pengertian, Habitat, manfaat dan  Penyebab kerusakan Terumbu Karang. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi tentang Gunung di Kalimantan.

Untuk lebih jelas pembahasan materi tentang Ekosistem Terumbu Karang, kalian dapat simak materi berikut ini :

materigeografi.com

Ekosistem Terumbu Karang terbentuk oleh adanya sekumpulan organisme biotik filum Cnidaria yang bersimbosis dengan berbagai macam organisme biotik dan abiotik lainnya.

Pengertian Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan sebuah batuan sedimen yang terbentuk dari kalsium karbonat yang di hasilkan oleh suatu biota laut yaitu penghasil kalsium karbonat lalu tersedimentasikan.

Dari sebuah karang atau alga yang mempu bersedimentasi

Menurut ahli biologi terumbu karang adalah sebagai ekosistem yang terbentuk dari dominansi keberadaan koral.

Menurut ahli geologi terumbu karang merupakan sebagaian batuan-batuan yang membentuk struktur kalsium karbonat atau sedimen kapur. Terumbu karang mempunyai dominansi yang menjadi hebitat hewan ordo Scleractina.

Habitat terumbu karang

Terumbu karang dapat di temukan di pinggir pantai dengan kedalaman yang masih bisa di jangkau oleh sinar matahari atau sekitar 50 meter di bawah permukaan laut.

Ekosistem Terumbu Karang dapat di temukan di wilayah perairan tropis dengan sinar matahari yang benyak sepanjang tahun. Terumbu karang ini mempunyai sifat yang sensitif terhadap perubahan salinitas, sedimentasi dan perubahan suhu.

Terumbu karang dapat hiudp dengan suhu yang mencapai lebih dari 200 C dan hanya bisa hidup di laut yang bersih bebas dari limbah dan pencemaran. Keadaaan di sekitanya dapat menentukan keindahan warna-warni dari terumbu karang semakin bersih maka semakin indah.

Manfaat terumbu karang

Terumbu karang mempunyai manfaat yang di bedakan menjadi 3 kategori yaitu:

Terumbu karang secara ekologi

Manfaat secara ekologi yang di maksud adalah manfaat dalam hal timbal balik antar makhluk hidup.  Terumbu karang mempunyai manfaat secara ekologi yaitu:

  • Bermanfaat untuk sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk hidup di laut dan habitat. Selain untuk mencari makan, terumbu karang juga bermanfaat untuk berlindung, berkembang biak dan untuk tempat tinggal.
  • Sebagai sumber keanekaragaman hayati. Keanekaragaman terumbu karang sangatlah tinggi untuk genetik dan spesies yang di temukan mempunyai ketahanan hidup yang tinggi
  • Menjadi pelindung ekosistem yang berada di sekitarnya, seperti ekosistem fungsi hutan bakau, melindungi pantai dan meindungi pesisir dari ombak yang besar karena terumbu karang dapat memperkecil energi ombak yang menuju ke daratan.
  • Dapat mengurangi dampak pemanasan global dengan proses kimia yang ada pada terumbu karang dan zooxanthellae. Proses kimia pada terumbu karang merupakan peroses berlangsungnya gas CO2 menjadi zat kapur.

Terumbu karang secara sosial

  • Untuk penunjang kegiatan pendidikan dan penelitian yang ada di dalamnya dan tumbuhan dan hewan yang berada di dalam ekosistem terumbu karang agar dapat lebih mudah untuk di pelajari.
  • Dapat di manfaatkan untuk tempat rekreasi dengan bentuk yang indah.

Terumbu karang secara ekonomi

  • Terumbu karang memiliki sumber perikanan yang tinggi. Di dalam terumbu karang terdapat beberapa jenis ikan yang dapat di tangkap untuk pangan manusia. Terumbu karang juga dapat di manfaatkan sebagai obat-obatan.
  • Sebagai tempat objek wisata yang dapat meningkatkan sumber ekonomi untuk masyarakat sekitar.
  • Di terumbu karang terdapat biota yang dapat di manfaatkan masyarakat, dapat di jadikan sebagai sumber pangan atau dapat di jual kembali.
  • Ikan, rumput laut dan teripang dapat di gunakan sebagai sumber bibit bududaya.
  • Terumbu karang juga dapat di manfaatkan sebagai untuk pembuatan kosmetik.

Itu lah beberapa manfaat terumbu karang yang dapat di rasakan saat ini.

Terumbu karang yang ada di Indonesia adalah 1/8 yang ada di dunia yang tersebar di lautan Indonesia.oleh karena itu Indonesia adalah tempat keanekaragamn biota laut yang besar dari dapa negara lainnya. Luas keseluruhan terumbu karang yang ada di Indonesia adalah 60.000 km2.

Di lautan Indonesia terdapat 350 spesies karang scleractinian dan 263 spesies ikan hias laut yang hidup di dalamnya. Pada saat ini banya terumbu karang yang mengalami kerusakan baik rusak karena keadaan alam atau kerusakan oleh tangan manusia. Sebanyak 7%  terumbu karang berada dalam keadaan baik-baik saja, 33% dalam keadaan cukup baik, 46% mengalami kerusakan dan 4% dalam keadaan kritis.

Penyebab kerusakan Terumbu Karang

Terumbu karang tidak dapat mati begitu saja, separuh kerusakan terumbu karang di sebebkan oleh tangan manusia. Terumbu karang tersebut di jual untuk mendapatkan keuntungan. Berikut beberapa perilaku manusia yang dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang yaitu sebagai berikut:

Membuang sampah sembarangan

Sebelumya telah di sebutkan terumbu karang dapat hidup di tempat yang bersih dari limbah. Pencemaran laut akan berdampak pada kerusakan terumbu karang. Upaya untuk menjaga kelestarian terumbu karang di laut adlaah menghentikan budaya membuang samah sembarangan.

Menyentuh atau membawa pulang terumbu karang

Terumbu karangan sangan sensitif dengan sentuhan, kematian terumbu karang sangatlah mudah, dengan sekali sentuhan saja terumbu karang dapat mati begitu saja. Berbeda dengan pertumbuhan terumbu karang, pertumbuhan terumbu karang sangatlah lambat untuk mencapai 1 cm saja membutuhkan beberapa tahun.

Melakukan pemborosan air

Terumbu karang akan lebih banyak merasakan limbah air yang di buang ke laut dapat mematikan terumbu karang yang ada di laut.

Penggunaan pestisida buatan

Pestisida buatan dapat menghasilkan limbah yang dapat mencemari perairan sungai. Sungai yang mengalir ke laut yang kotor dapat mempengaruhi biota laut. Contohnya ekosistem terumbu karang yang membutuhkan ekosistem laut alami yang bersih.

Jangkar pelaut

Jangkar pelaut yang akan melabuh biasanya akan membuang jangkar tersebut ke sembarang tempat di pesisir pantai. Hal ini dapat membahayakan terumbu karang karena dapat membunuhnya.

Predator Pemakan Terumbu Karang

Siput dan penyu merupakan predator terumbu karang. Mereka sering memakan terumbu karang hal ini tentu dapat membahayakan kelangsungan terumbu karang.

Demikian penjelasan materi mengenai tentang Ekosistem Terumbu Karang yang mencakup pengertian, Habitat, manfaat dan  Penyebab kerusakan Terumbu Karang

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga:
Terumbu Karang : Pengertian, Manfaat, fungsi dan proses terbentuk terumbu karang lengkap
Manfaat Terumbu Karang Beserta Penjelasannya