Tanah Humus : Pengertian, Ciri-Ciri, Proses Terbentuk-nya, dan Manfaat Lengkap

Posted on

Tanah Humus – Pada maeteri kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai pengertian,ciri-ciri, proses terbentuknya, dan manfaat tanah humus. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi Peta Geologi.

Materigeografi.com

Untuk lebih jelas pembahasan Tanah Humus, kalian dapat seimak materi berikut ini :

Tanah humus adalah tanah yang paling sering kita dengar, tanah humus ini merupakan tanah yang paling subur. Tanah humus dikenal sebagai tanah yang gembur, yang paling sering digunakan pada bidang pertanian atau bercocok tanam.

Tanah merupakan tanah yang subur karena memiliki komposisi yang mirip dengan pupuk kompos. Pada tanah humus terbentuk karena adanya pelapukan dedaunan dan batang pohon, dan juga terdapat campuran dari kotoran hewan.

Humus sendiri dikenal dengan sisa-sisa dari tumbuhan dan hewan yang telah mengalami perombakan oleh organisme yang berada didalam lapisan tanah.

Tanah humus sepring ditemukan pada daerah yang memiliki banyak pepohonan, seperti hutan hujan tropis. Tanah humus memiliki warna yang gelap, coklat kehitaman, dana juga memiliki tesktur yang gembur.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Pengertian Tanah Humus

Tanah humus adalah tanah yang sangat subur, sehingga tanah ini sering digunakan untuk bercocok tanam. Atau juga ada yang mengatakan tanah humus, adalah sejenis tanah yang terbentuk karena adabnya proses pembusukan bahan organik dalam jangka waktu tertentu.

Pada tanah jenis ini umumnya mengandung kotoran hewan dan sisa dari tumbuhan. Bahan organik tersebut akan terurai dan akan membentuk parikel kecil dari humus tanah yang terdapat muatan negatif.

Adanya partikel negatif dapat menyerap nutrisi yang memiliki muatan positif, contohnya yaitu magnesium dna juga kalsium. Adanya kedua kandungan tersebut yang membuat tanah menjadi semakin subur.

Ciri – Ciri Tanah Humus

Tanah humus memiliki cirinya tersendiri untuk membedakan tanah humus dengan jenis tanah yang lainnya. Berikut adalah ciri-ciri tanah humus :

  • Memiliki warna gelap, coklat kehitaman. Selain warna tersebut tanah ini juga memiliki bitnik – bitnik berwarna putih.
  • Memiliki tekstur gembu, tektur tanah humus ini sangat gempur dan tidak keras.
  • Terdapat di lapisan atas tanah, dari hal tersebut sehingga tanah humus memiliki sifat tidak stabil. Sifat ini terlihat saat adanya perubahan suhu, tingkat kelembaban, maupun aerasi.
  • Memiliki sifat kolodial dan amorfous, kedua sifat tersebut memiliki arti yaitu dapat menyerupai tanah liat,  namun yang membedakan dengan tanah liat, tanah humus memiliki daya serap yang tinggi dibandingkan dengan tanah liat.
  • Bersifat subur, jenis tanah humus ini memiliki sifat yang sangat subur yang dikarenakan adanya proses pelapukan dedaunan dan tercapur dengan kotoran hewan.
  • Memiliki daya serap tinggi, tanah humus ini memiliki daya serap tinggi, sehingga tanah ini sangat baik bagi pertubuhan tanaman.
  • Memiliki kemampuan utnuk menambah maupun meninkatkan kandungan unsur hara (magnesium, kalsium, dan kalium).
  • Sumber energi bagi jasad mikro, karena tanah humus terbentuk dari pelapukan dedaunan dan ranting pohon, maka tanah humus adalah sumber energi bai jasad renik.
  • Banyak dijumpai pada daerah tropis, tanah ini banyak tersebar pada daera – daerah tropis seperti Indonesia, terutama pada hutan hujan tropis.

Proses Pembentukan Tanah Humus

Tanah humus terbentuk dari adanya proses pelapukan dedaunan dan juta ranting pepohonan yang sudah terjatuh ke tanah. Proses terbentuknya tanah humus biasanya disebut dengan prosess humufikasi. Proses humufikasi ini terjadi secara ilmiah dan dengan sendirinya.

Selain terbentuk secara alamiah, proses humufikasi juga dapat dilakukan dengan sengaja atau oleh manusia. Misal yaitu mencampurkkan bagain dari tanaman yang membusuk dengan tanah, dan dicampur oleh kotoran hewan.

Dari hal tersebut akan didapatkan suatu olahan tanah yang subur yang dapat dgunakan untuk bercocok tanam.

Manfaat Tanah Humus

  • Membuat Pupuk Organik Humus Sendiri

Banyak orang yang membuat pupuk organik sendiri agar tanah yang akan digunakan untuk bercocok tanam subur.

Bahan untuk memebuta pupuk ini juga mudah untuk ditemukan dilingkungan sekitar, seperti limbah pertanian, agro idustri, limbah rumah tangga, dan juga limbah peternakan yan bisa dimanfaatkan.

Pembuatan pupuk sendiri ini juga dapat membantuk lingkungan untuk lebih baik, seperti penumpukan sampah yang ada disekitar.

Tanah yang sudah tercampur dengan sisa-sia tumbuhan yang telah membusuk dan kotoran hewan, memiliki kemampuan untuk mengikat mineral bersama dengan agregat. Aregat sendiri memiliki fungsi untuk meningkatkan struktur tanah dan menambah kesuburan pada tanah tersebut.

Setelah semua bahan di campur, kemudian didiamkan dalam jangka waktu tertentu, hingga pada pupuk tersebut terdapat bitnik – bitnik putih. Jika bitnik – bitnik tersebut terlihat maka pupuk sudah bisa digunakan.

  • Cara Kerja Pengomposan

Pengomposan akan terjadi secara alami, yaitu saat bahan organik dan kondisi lingkungan yang menguntungkan. Jika di hutan, dedauanan yang terjatuh ke tanah semakin lama akan mengalami proses pembusukan atau dekomposisi yang dilakukan oleh mikroorganisme yang dapat menjadikan tanah subur.

Proses tersbut dikatakan dengan mulsa. Proses dekoposisi yang dilakukan oleh linkungan dinamakan kompos. Adanya peran dari mikroba berupa bakteri dan juga jamur sangat penting yaitu dapat mengubah bahan organik dan pembentuk nutrisi.

Agar mikroba tersebut tetap aktif dalam proses pengomposan, diperlukan adanya sirkulasi udara yang baik, suhu maksimal 155O F dengan kadar air 45%, dan karbon rasio nitrogen (30:1 dalam berat kering).

 Manfaat yang lain, yaitu :

  • Meupakan makanan yang baik untuk tumbuh-tumbuhan.
  • Merupakan sumber energi bagi jasad mikro.
  • Dapat meningkatkan undur hara (K, Mg, Ca).
  • Dapat menjaga struktur tanah.
  • Dapat meningkatkan toksik ke air dan tanah.
  • Dapat menambah kandungan air tanah.
  • Membentangi tanah agar tidak tergerus.
  • Dapat meningkatkan aerasi tanah.
  • Dapat dijadikan pengganti pupuk sintetis.

Demikian penjelasan materi membahas membahas mengenai Tanah Humus.

Semoga artikel ini dapat bermafaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga :
Tanah Gambut : Sejarah, Pengertian, Ciri-Ciri dan Proses Pembentukan-nya Lengkap
Proses Terbentuknya Tanah Berdasarkan Jenis-nya Lengkap
Jenis-Jenis Tanah : Pengertian, Sifat, Karakteristik, dan Manfaat Dari Jenis-Jenis Tanah Beserta Penjelasan Lengkap