Cagar Alam Di Indonesia beserta penjelasan-nya

Posted on

Cagar Alam Di Indonesia – Pada materi kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai Cagar Alam Di Indonesia pengertian dan cagar alam di Indonesia, kreteria cagar alam dan tujuan beserta manfaat dari cagar alam. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi tentang Fauna Indonesia Bagian Barat.

Untuk lebih jelas pembahasan materi tentang Cagar Alam Di Indonesia, kalian dapat simak materi berikut ini :

materigeografi.com

Pengertian Cagar Alam

Cagar alam adalah suatu kawasan suaka alam yang mempunyai kekhasan flora, fauna dan ekosistem yang di lindungi dan perkembangannya dari ekosistem yang berlangsung secara alami.

Kehidupan yang berada di dalamnya baik flora atau fauna yang hidup di lindungi keberadaanya.

Cagar alam di Indonesia

Cagar alam yang berada di Indonesia yaitu

Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah

Taman Nasional Tanjung Puting ini memiliki luas sekitar 415 ribu hektar. Yang di dalamnya terdapat kumpulan ekosistem asli, degradasi yang di anggap oleh UNESCO sebagai cagar biosfer dan unik

Di Taman Nasional Tanjung Puting ini terdapat populasi orang utan terbesar yaitu sejumlah 40 ribu ekor.

Cagar Alam Maninjau, Sumatra Barat

Di Cagar Alam Maninjau ini menjadi tempat binatang buas dan bunga langka. Binatang buas yang di maksud seperti Harimau, Sumatra dan Beruang Madu. Dan bungan langka seperti raflesia yang berdiameter sampai 107 cm. Selain adanya bianatang dan bunga langka yang terdapat di dalamnya juga ada Danau Maninjau yang seluas 99,5 km.

Cagar Alam Kawah Ijen, Jawa Timur

Di sekitar wilayah cagar alam kawah wijen terdapat wisata alam yang memiliki luas sekitar 93 hektar dan sisa luasnya merupakan wilayah Cagar Alam Kawah Ijen. Di dalam Cagar Alam Kawah Ijen terdapat elang jawa dan tanaman langka yang di lindungi. Selain itu pada gunung ijen terdapat api biru dan kawah belerangnya yang indah untuk wisata.

Cagar Alam Waigeo Barat

Cagar Alam Waigeo Barat ini berada di Papua Barat, Raja Ampat. Pada Cagar Alam Waigeo Barat ini terdapat satwa langka seperti burung cendrawasih dan terdapat sungai-sungai kecil. Luas Cagar Alam Waigeo Barat ini sekitar 95 ribu hektar.

Cagar Alam Karang Bolong

Cagar Alam Karang Bolong yang berada di Nusakambangan, Jawa Tengah. Pulau yang di kenal dengan adanya penjara bagi kelas kakap, erdapat cagara alam yang memiliki luas sekitar 0,5 hektar.

Walaupun tidak seluas dari cagar alam yang lainnya, Cagar Alam Karang Bolong ini terdapat pantai dan goa yang masih alami.

Kebun Raya Cibodas

Di Kebun Raya Cibodas inn merupakan tempat konservasi tumbuhan. Ada kawasan yang khusus di Kebun Raya Cibodas seperti taman sakura, taman rhododendron, tanaman obat, taman rhododendro, tanaman obat dan taman lumut. Pada Kebun Raya Cibodas ini terdapat 5.831 tanaman yang dapat di lihat.

Cagar Alam Anak Krakatau

Siapa yang tidak mengenal Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, Lampung. Sebelum terjadinya letusan terkahir pada tahun 2018 sampai 2019 yang masih sering erupsi sampai menghabiskan badan gunung tersebut terdapat 206 jenis jamur, 61 tumbuhan paku, 257 jenis spermatophyta dan 13 jenis lichenes.

Cagar Alam Gunung Leuser

Cagar Alam Gunung Leuser terdapat jenis flora yang di lindungi seperti daun payung raksasa, rhizanthes dan bungan rafflesia. Selain itu juga terdapat fauna seperti orang utan, siamang, gajah sumatra, kucing hutan, badak sumatra, kambing hutan. Cagar Alam Gunung Leuser ini berada di Nangroe Aceh Darussalam

Cagar alam siberut

Cagar alam siberut ini terletak di Sumatra Utara. Pada Cagar alam siberut ini terdapat flora seperti bunga Padma. Dan jenis fauna seperti Kambing hutan, tapir, rusa, kijang, kucing hutan dan ambifi tak berkaki.

Cagar alam adalah suatu daerah untuk konservasi, jadi tidak sembarangan orang dapat memasuki wilayah tersebut sebelum mendapat izin masuk kawasan konservasi tersebut.

Cagar alam adalah wilayah untuk melindungi flora dan fauna yang langka atau tidak di peruntukkan menjadi tempat pariwisata atau tempat komersial.

Ciri-ciri cagar alam

Suatu wilayah dapat di namakan sebagai tempat cagar alam dengan mempunyai kreteria tertentu. Ada beberapa acuan kreteria untuk penetapan suatu lokasi menjadi cagar alam yaitu :

  • Mempunyai keanekaragaman jenis flora atau faina liar yang berada di sebuah ekosistem
  • Kondisi alam yang masih alami yang belum terganggu dengan tangan manusia baik itu flora atau fauna yang berada di wilayah tersebut.
  • Terdapat Komunitas flora dan fauna liar yang ekosistemnya terancam punah atau langka.
  • Memiliki formasi biota atau unit penyusunnya yang tertentu.
  • Lokasinya cukup luas dan keberadaanya sangat efektif dan dapat menjamin keberlangsungan proses ekologis secara alamai.
  • Terdapat ciri khas potensi seperti ekosistem yang keberadaannya perlu upaya konservasi.

Jika terdapat kreteria seperti yang telah di sebutkan maka lokasi tersebut dapat di katakn sebagai cagar alam. Karena cagar alam adalah lokasi khusus yang menjadi tempat berkembangnya flora dan satwa liar yang langka atau hampir punah dengan hidup yang alami dalam cara melestarikannya.

Tujuan dan manfaat cagar alam

Tujuan dari adanya cagar alam ini sendiri adalah untuk melindungi ekosistem yang ada di lokasi cagar alam supaya tidak terjadi adanya kepunahan suatu flora atau fauna beserta ekosistem.

Manfaat dari cagar alam adalah sebagai berikut:

  • Untuk melindungi flora dan fauna dari ancaman kepunahan
  • Untuk menjaga kesuburan tanah agar tetap terjaga
  • Adanya pengaturan tanan air
  • Dapat di jadikan objek wisata
  • Sebagai sumber devisa negara
  • Dapat di gunakan untuk tempat mengenal dan belajat falora dan fauna
  • Untuk tempat penelitian

Demikian penjelasan materi mengenai tentang Cagar Alam Di Indonesia yang mencakup pengertian dan cagar alam di Indonesia, kreteria cagar alam dan tujuan beserta manfaat dari cagar alam.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga:
Cagar Alam : Pengertian, Sejarah, Karakteristik, Tujuan, Manfaat, dan Contoh-nya Lengkap