Batuan Metamorf : Pengertian, Struktur, Tekstur, Ciri-Ciri dan Proses Terbentuk-nya Lengkap

Posted on

Batuan Metamorf – Pada materi kali ini materigeografi.com akan membahas mengenai pengertian, ciri-ciri, klasifikasi, proses, struktur, tekstur, dan contoh batuan metamorf. Setelah pada materi sebelumnya kita telah membahas materi tentang Cagar Alam.

Materigeografi.com

Untuk lebih jelas pembahasan materi Batuan Metamorf, kalian dapat simak materi berikut ini :

Dalam suatu lapisan bumi terdapat jenis-jenis batuan, yang salah satunya dalah jenis batuan metamorf atau malihan. Batuan ini terbentuk karena adanya suatu proses metamorfisme.

Pada batuan ini memiliki ciri tersendiri dari segi struktur ataupun tekstur yang dimiliki batuan metamorf ini.

Adanya batuan metamorf ini menjadi salah satu objek penting untuk pengamatan karena tekanan dan suhu yang berada di dalam permukaan bumi.

Berikut adalah penjelsan lebih lengkapnya.

Pengertian Batuan Metamorf

Batuan metamorf ini dalam peoses pembentukannya yaitu mengalami Proses Metamorfisme. Yaitu dimana dalam proses tersebut ada dalam fase padat tetapi tidak melewati fase cair.

Temperature dalam proses ini yaitu sekitar 200O C hingga 6500o C. jika tidak ada proses metamorfisme batuan ini tidak akan dapat terbentuk.

Batuan metamorf biasa disebut dengan batuan malihan, batuan ini berasal dari jenis batuan lain sebagai induk, sama halnya semperti batuan sedimen atau batuan beku.

Batuan induk berasal dari batuan itu sendiri, yaitu batuan yang sudah melewati Proses Mineralogi, struktur dan tekstur yang ada disebabkan oleh adanya perubahan temperature dan juga tingginya tekanan pada batuan induk tersbut.

Temperature dan tekanan yang tinggi dalam batuan induk kan mengkibatkan berubahnya struktur dan juga tekstur batuan tersebut. Terbentuknya sebuah batuan terjdi karena menyesuaikan sifat yang sesuai dengan material pembentuknya. Sehingga karena hal ini batuan satu dengan yang lannya meiliki perbedaan struktur dan juga tekstur yang disebabkan oleh proses metamorfisme.

Proses Terbentuknya Batuan Metamorf

Proses pembentukan ini disebabkan karena adanya beberapa faktor, yaitu sebagai berikut :

1. Perubahan Tekanan

Tekanan atau Pressure  merupakan sebuah faktor yang memiliki fungsi sebagai mengontrol proses pembentukan batuan. Adanya perubahan tekanan yang semakin tinggi akan menyebabkan rekristalisasi (Pengkristalan ulang) pada mineral didalam kandungan batuan induk.

Perubahan tekanan ini dipengaruhi oleh beberapa hal. Pada umumnya perubahan tekanan di pengaruhi arena aktivitas tektonik dan vulkanik bumi. Adanya penumpukan endapan batuan -batuan yang ada juga akan menyebabkan tekanan berubah-ubah.

2. Aktivitas Kimia

Adanya aktivitas kimia memiliki pengaruh dalam pembentukan batuan malihan, yaitu dpat mengubaj dan merekristalisasi batuan induk sebelumnya yang tidak melewati fase cair. Temperature pada aktivitas kimia ini sekitar 350o C hingga 1200O C. Sedangkan tekanan tebentuk ada di antara 1 – 10000 bar (Jackson).

Tebentuknya dari aktivitas kimia ini yang sering dijumpai yaitu fluida dan juga gas pada jaringn batuan induk. Adanya akvitas kimia ini memiliki peran mengubah komposisi dan juga mineran didalm batuan metamorf. Fluida yang dapat mudah ditemukan yaitu karbondioksida, asam hidroklorik, air, dan hidroflorik. Biasanya zat kimi tersebut berguna dalam katalis dalm suatu reaksi kimia.

3. Perubahan Temperatur

Adanya perubahan temperatur diakibatkan karena Gradient Geotherml atau disebut dengan Intruisi Magma. Selain dari hal tersebut juga bisa disebabkan karena gesekan antar massa batuan yang menyebabkan temperatur akan mudah berubah dan akan berujung disaat proses metamorfisme berlangsung.

Perubahan temperature ini biasnaya terjadi pada suhu 350 hingga 12000 derjr celcius. Suhu atau temperature ini memiliki fungsi sebagai pengontrol disaat proses pembentukan batuan berlangsung agar tidak melewati fase cair terlebih dahulu.

Ciri-Ciri Batuan Metamorf

1. Warna

Dari proses metamorfisme yang berbeda-beda akan menyebabkan warna pada batuan bervariasi. Yaitu dari feldspar, mika dan kwarsa.

  • Feldspar memiliki ciri terdapat belahan pada warna batuan.
  • Ortoklas memiliki warna merah dan terdapat belahan yang tegak lurus.
  • Plagioklas memiliki warna abu-abu atau putih dan terapat bentuk kristal.
  • Kwarsa memili wrna yang putih jernih (putih susu) dan memiliki belahan dengan berbagai bentuk,
  • Mika memiliki warna hitam dan belahan yang mana jika belahan tersebut berwarna putih bernama Muskovit, jika belahan berwarna hitam bernama Biotit.

2. Struktur

Dalam batuan malihan memiliki dua jenis struktur yaitu :

a. Struktur Foliasi

Struktur folisai yaitu struktur parallel dimana yang dibentuk oleh mineral pipih atau mineral prismatik yang sering terjadi pada metamorfosa regional dan juga metamorfosa katalastik.

Struktur foliasi yang biasa ditemukan yaitu Slaty Cleavage, Phylitic, Schistose, dan Gneisose.

b. Struktur Non-Foliasi

Struktur non foliasi yaitu struktur  yang terbentuk oleh mineral yang equidimensional yang umumnya terdiri dari butiran granular, yang seing terjadi dalam metamorfosa termal. Struktur non foliasi yang biasa ditemukan yaitu : Granulose, Hornfelsik, Cataclastic, Mylonitic, dan Phyllonitic.

3. Tekstur

Tekstur batuan metamorf yaitu memiliki kenmpakan batuan berdasarkan dari ukuran, bantuk atau orientasi butir mineral penyusun batuan metamorf. Tekstur ini didasarkan pada ketahanan terdahap proses metamorfosa.

Berikut dalah jenis tekstur dari batuan metamorf :

a. Tekstur Reelic (sisa)

Tekstur ini dalah jenis tekstur yang masih menunjukan sisa dari tektur batuan induk yang masin Nampak pada batuan metamorf.

b. Tekstur Kristaloblastik

Tekstur ini terbentuk saat proses metamorfosa.

Tekstur batuan metamorf berdasarkan bentuk individual kristal :

  1. Indioblastik : mineral berbentuk euherdral.
  2. Hypidioblastik : mineral berbentuk subgerdral.
  3. Xenoblastik / Alotrioblastik : mineral berbentuk anhedral.

Tekstur batuan metamorf berdasarkan bentuk mineral :

  1. Tekstur homeoblastik : yang terdiri dari satu tekstur saja.
    • Lepidoblastik
    • Nematoblastik
    • Granoblastik
    • Granuloblastik
  2. Tekstur Hetereoblastik : terdiri lebih dri satu tekstur homeoblastik, misalnya yaitu tekturnya lepidoblastik dan granoblastic.

Klasifikasi Batuan Metamorf

a. Batuan Metamorf Dinamo

Batuan metamorf dynamo yaitu batuan yang proses terbentuknya dikarenakan adanya tekanan yang cukup besar yang disertai oleh pemanasan dan tumbukan. Tekanan tersebut dapat berasal dari lapisan yang bertumpu yang berada di atas batuan dalam jangka waktu yang lama.

Contoh : Batu Sabak, dan Batu Bara.

b. Batuan Metamorf Kontak

Batuan metamorf kontak yaitu yang prses terbentuknya dikarenakan adanya peningkatan suhu dan juga perubahan aktivitas kimia yang terjadi karena intrusi magma.

Contoh : Batum armer.

c. Batuan Metamorf Thermal-Pneumatolik

Batuan Metamorf Thermal-Pneumatolik yaitu btauan yang proses terbentuknya dikarenakan adanya zat-zat tertentu yang masuk kedalam batuan yang pada saat batuan tersebut berada di proses metamorphosis.

Contoh : Batu Topaz, Zamrud, dan Permata.

Contoh Batuan Metamorf

a. Batuan Metamorf Slate

Batuan Metamorf Slate

Batuan ini terbentuk krena proses batuan sedimen pada suhu dan juga tekanan yang sangat rendah.

Memiliki struktur folliasi dari butiran yang sangat halus. Memiliki warna abu-abu, hijau, merah, hitam, coklat, dan kekuningan.

b. Batuan Metamorf Filit

Batuan Metamorf filit

Batuan ini tersusun dari kuarsa, klorit, dan juga sericite mica. Batuan filit ini terjadi karena adanya proses peralihan dari batuan slate.

Memilki warna perak, merah, putih, ungu, coklat, dan kehijaun. Ukuran butiran lebih halus dari batuan slate.

c. Batuan Metamorf Gneiss

Batuan Metamorf Gneiss

Batuan ini adalah batuan yang terjadi karena proses dari batuan beku pada tekanan dan suhu yang tinggi.

Memiliki warna abu-abu, coklat, perak, hitm, kekuningan, biru, dan kehijauan.

d. Batuan Metamorf Sekis

Batuan Metamorf Sekis

Batuan ini berasal dari batuan basalt. Batuan ini terjadi karena asnya suhu dan teknanan yang tinggi.

Batuan ini memiliki warna  kehijauan, hitam, kecoklatan, keunguan, kemerahan, kekuningan, dan keemasan.

e. Batuan Metamorf Marmer

Batuan Metamorf Marmer

Batuan ini terbentuk karena adanya suhu dan juga temperatur yang tinggi sehingga menubah bentuk menjadi kristalisasi kalsit.

Batuan ini memiliki warna coklat terang kekuningan. Memiliki sifat batuan yang padat, kompak dan juga tanpa foliasi.

f. Batuan Metamorf Kuarsit

Batuan Metamorf Kuarsit

Batuan ini memiliki tekstur yang kuat. Terbentuknya batuan ini dikarenakan tekanan panas dan suhu yang tinggi.

Memiliki warna abu-abu, kekuningan, merah dan juga coklat.

g. Batuan Metamorf Filonit

Batuan Metamorf Filonit

Batuan ini terbettuk karena suhu dan juga temperature yang lebih tinggi dari pada batuan slite.

Sifat batuan ini memiliki butiran yang kasar.

Memiliki warna kecoklatan, abu-abu, kehijauan, kebiruan, keperakan.

Demikian penjelasan materi membahas membahas mengenai Batuan Metamorf.

Semoga artikel ini dapat bermafaat untuk kalian yang memiliki minat di bidang geografi dan ilmu geografi. Sampai jumpa di materi selanjutnya para pembaca materigeografi.com

Baca Juga :
Batuan Breksi: Pengertian, Kandungan, Jenis dan Manfaat-nya Lengkap
Batuan Andesit : Pengertian, Manfaat dan Prosesnya
Batuan Beku : Pengertian, Jenis dan Contohnya Lengkap